Viral Kisah Pria di Palu Kena Gagal Ginjal di Usia 20-an, Sempat Takut Cuci Darah
GH News June 11, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Viral di media sosial sebuah kisah dari Palu, Sulawesi Tengah, seorang pria bernama Ivan Fahrurozi (28) menceritakan pengalamannya didiagnosis gagal ginjal kronis stadium 5. Lewat konten-konten yang dibagikan, ia menceritakan sempat menolak untuk cuci darah saat diminta dokter, ada apa?

Ivan menceritakan pertama kali didiagnosis gagal ginjal kronis stadium 5 pada awal 2025. Pada saat itu, terungkap bahwa kondisi yang dialami Ivan diakibatkan oleh kondisi hipertensi yang tidak terkontrol.

Namun, ketika mendapatkan obat hipertensi, ia tidak mengonsumsinya secara rutin karena takut ginjalnya rusak. Saat itu, Ivan tidak tahu justru hipertensi lah yang dapat memicu kerusakan ginjal.

"Karena kita beranggapan kalau minum obat terus mengalami gagal ginjal. Itu salah. Justri obat hipertensi itu yang melindungi ginjal," cerita Ivan dalam salah satu unggahannya dalam konten IG @fadillahfahrozii, dikutip oleh detikcom dengan izin yang bersangkutan.

Setelah didiagnosis gagal ginjal kronis, ia juga sempat menolak untuk cuci darah. Pada saat itu, ia sering mendapatkan informasi hoax soal cuci darah sehingga ia enggan melakukannya.

Ia akhirnya memutuskan untuk mencoba berbagai pengobatan alternatif. Ivan bahkan mengaku sudah kehabisan puluhan juta untuk pengobatan alternatif tersebut. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.

"Akhirnya tubuh saya menyerah, bengkak, sesak, tubuh menghitam, tidak bisa bergerak, muntah. Akhirnya saya di akhir 2025 saya cuci darah, dan betul kata dokter, cuci darah tak seburuk apa yang kita pikirkan," cerita Ivan.

"Tubuh saya lebih ringan, napas lebih lega, bergerak enak, dan tidak muntah lagi," sambungnya menjalani cuci darah selama 3-4 bulan.

Pada Mei 2026, ia memutuskan untuk menjalani transplantasi ginjal. Lewat prosedur ini, kondisi tubuhnya bisa pulih lagi dan tidak perlu menjalani cuci darah lagi.

Prosedur itu dilakukannya setelah menerima organ ginjal dari ayahnya.

"Setelah transplantasi ginjal kehidupan kembali normal tidak cuci darah, makan sudah bebas, dan bisa beraktivitas seperti biasanya," cerita Ivan ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (10/6/2026).

Lewat konten perjalanan hidupnya itu, Ivan berharap semakin banyak orang yang menyadari bahayanya gagal ginjal kronis. Ia juga ingin membagikan pengalamannya menjalani transplantasi ginjal yang memang cukup asing di pemahaman awam.

"Jadi teman-teman yang ingin transplantasi, ingin caranya seperti apa, akhirnya saya membuat akun medsos dan membantu yang ingin transplantasi," tandas Ivan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.