Profil Uti Roysen, Putra Asli Ketapang yang Aktif Mengelola Industri Penerbangan Lion Group
Maudy Asri Gita Utami June 11, 2026 06:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG- Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah salah satu putra daerahnya yang berhasil menembus jajaran pimpinan industri penerbangan nasional. 

Sosok tersebut adalah Ir. Uti Roysen, seorang profesional sekaligus akademisi yang saat ini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Direktur Line of Maintenance Lion Group.

Di tengah pesatnya perkembangan industri transportasi udara, Uti Roysen menjadi salah satu figur yang menunjukkan bahwa putra daerah mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam perannya saat ini, ia bertanggung jawab mengawasi operasional perawatan armada penerbangan serta membawahi sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Pria yang akrab disapa Aceh tersebut dikenal memiliki pengalaman dan keahlian yang luas di bidang perawatan pesawat udara, manajemen rantai pasok, manufaktur, hingga rekayasa produktivitas. 

Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung operasional salah satu grup maskapai terbesar di Indonesia.

• Pontianak Perkuat Kawasan Tanpa Rokok, Denda Lebih Besar bagi Pelanggar

Tidak hanya berkiprah di dunia industri, lulusan Magister Teknik Industri dari Universitas Mercu Buana itu juga aktif berkontribusi dalam dunia akademik melalui berbagai penelitian ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Sejumlah penelitian yang ia hasilkan berfokus pada peningkatan efektivitas sistem perawatan pesawat, pengendalian mutu, perencanaan kapasitas produksi, optimalisasi rantai pasok, hingga pengembangan sistem manufaktur yang lebih efisien. 

Berbagai karya ilmiah tersebut menjadi bukti komitmennya dalam mendorong peningkatan daya saing industri sekaligus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.

Salah satu penelitian yang cukup mendapat perhatian adalah penerapan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) yang dikombinasikan dengan pendekatan logika fuzzy guna mengurangi kebutuhan off-hangar maintenance pada pesawat berbadan sempit. 

Penelitian tersebut dinilai mampu memberikan solusi dalam meningkatkan efisiensi perawatan armada penerbangan.

Selain itu, ia juga melakukan riset terkait penerapan metode Six Sigma untuk menekan tingkat cacat dalam proses inspeksi line maintenance pada maskapai penerbangan di Indonesia. 

• Fenomena Ribuan Ikan Mati di Mempawah, Kerugian Membengkak Akibat Penurunan pH Sungai

Hasil penelitian tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan penerbangan.

Tidak berhenti pada sektor aviasi, Uti Roysen juga aktif mengembangkan berbagai kajian mengenai produktivitas industri, distribusi logistik, hingga strategi perencanaan kapasitas produksi. 

Ragam penelitian tersebut menunjukkan luasnya cakupan keilmuan yang ditekuni selama berkarier.

Di balik berbagai pencapaiannya, Uti Roysen berasal dari keluarga sederhana di Kabupaten Ketapang. 

Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, putra pasangan H. Uti Laran dan Hj. Utin Pompia.

Masa pendidikan dasar hingga menengah diselesaikannya di Ketapang. Ia juga tercatat sebagai alumni SMAN 2 Ketapang yang kemudian melanjutkan pendidikan ke dunia kedirgantaraan.

Perjalanan kariernya di sektor penerbangan dimulai setelah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan angkatan 1999. 

Pendidikan tersebut menjadi pijakan awal yang mengantarkannya memasuki dunia profesional hingga akhirnya dipercaya menempati posisi penting dalam industri penerbangan nasional.

Meski telah mencapai berbagai prestasi, Uti Roysen mengaku tetap memiliki harapan besar untuk melihat semakin banyak generasi muda dari Ketapang dan Kalimantan Barat yang mampu meraih pendidikan tinggi serta mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang diminati.

• Polres Ketapang Menangkan Dua Gugatan Praperadilan Terkait Kasus Teror Pembakaran di Air Upas

Menurutnya, pendidikan, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan merupakan faktor penting yang dapat membuka peluang bagi siapa saja untuk meraih kesuksesan.

"Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Ketapang dan Kalimantan Barat untuk terus menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan kompetensi, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui inovasi dan penelitian," ujar Uti Roysen, Kamis 11 Juni 2026. 

Dedikasi yang ditunjukkannya selama bertahun-tahun menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. 

Dengan kerja keras, pendidikan yang berkelanjutan, serta semangat untuk terus belajar dan berinovasi, putra daerah dari Ketapang ini berhasil menorehkan kiprah yang membanggakan di dunia industri dan akademik sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan Barat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.