TRIBUNJAMBI.COM,KUALATUNGKAL- Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memulai pelaksanaan Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui kegiatan tanam perdana padi di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam.
Program tersebut menjadi langkah awal transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efektif, efisien, dan berdaya saing melalui penerapan teknologi serta pengelolaan lahan secara terintegrasi.
Asisten II Setda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Firdaus Khatab, mengatakan daerahnya merupakan salah satu penyangga produksi pangan di Provinsi Jambi.
Menurutnya, pada 2025 produksi padi Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencapai 39.263 ton dengan produktivitas rata-rata 4,579 ton per hektare.
Sementara luas lahan baku sawah yang telah diperbarui oleh ATR/BPN tercatat mencapai 6.220 hektare.
“Batang Asam dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Program PM-AAS karena merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki jaringan irigasi teknis. Kondisi ini menjadi modal penting dalam mendukung penerapan pertanian modern dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Dari total lahan baku sawah sekitar 1.016 hektare yang tersebar di lima desa di Kecamatan Batang Asam, Desa Rawa Medang memiliki areal persawahan seluas sekitar 470 hektare yang dinilai potensial untuk pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.
Program PM-AAS merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang dijalankan di sejumlah provinsi sebagai bagian dari percepatan modernisasi sektor pertanian nasional.
Untuk Provinsi Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program karena didukung keberadaan jaringan irigasi teknis yang memadai.
Sebagai tahap awal, pemerintah telah melakukan penanaman demplot atau lahan percontohan seluas dua hektare di Desa Rawa Medang.
Pada kegiatan tanam perdana kali ini, penanaman dilakukan secara bersama-sama di areal seluas 100 hektare yang melibatkan kelompok tani penerima manfaat program.
Melalui PM-AAS, petani mendapatkan dukungan berupa bantuan pengolahan lahan, benih unggul, pupuk, dolomit, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi usaha tani.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jambi yang telah memberikan dukungan dan pendampingan dalam pelaksanaan program tersebut.
Direktur Wilayah BRMP Jambi, Yunimar, menjelaskan bahwa PM-AAS mengedepankan penerapan teknologi dan inovasi pertanian modern, termasuk sistem tanam benih langsung (Tabela).
“Melalui penerapan teknologi modern ini, produktivitas padi diharapkan dapat meningkat hingga mencapai 10 ton per hektare,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Ia menegaskan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada teknologi dan bantuan sarana produksi, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, brigade pangan, dan petani dalam menerapkan pola budidaya yang lebih maju dan berkelanjutan.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara pemerintah daerah, BRMP Jambi, penyuluh pertanian, brigade pangan, dan kelompok tani.
Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan implementasi PM-AAS di Kecamatan Batang Asam.
Kegiatan kemudian ditandai dengan penanaman padi secara simbolis sebagai tanda dimulainya Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Rawa Medang.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap dapat mempercepat peningkatan produksi pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran BRMP Jambi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Perum Bulog Kanwil Jambi, PT Pupuk Indonesia Wilayah Jambi, Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal, unsur Forkopimcam Batang Asam, penyuluh pertanian, kelompok tani peserta PM-AAS, serta peserta tanam bersama dalam proyek percontohan PM-AAS seluas 100 hektare di Provinsi Jambi.(*)
(Sopianto/Tribunjambi)