Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO — Panggung utama Alun-Alun Kabupaten Ponorogo mulai bergetar.
Puluhan grup peserta Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI resmi memulai pertarungan sengit mereka dalam rangkaian perayaan ikonik tahunan, Grebeg Suro Ponorogo, Kamis (11/6/2026) malam.
Sebanyak 32 grup Reog terbaik dari berbagai penjuru tanah air dipastikan bakal unjuk gigi dan mengerahkan kemampuan terbaik mereka.
Berdasarkan jadwal, FNRP edisi ke-31 ini akan digulirkan maraton selama empat hari berturut-turut, mulai Kamis (11/6/2026) hingga malam puncak pada Minggu (14/6/2026). Setiap harinya, sebanyak 7 hingga 9 grup akan bergantian membius ribuan pasang mata penonton.
Namun, ada yang berbeda pada tensi kompetisi tahun ini. Dua raksasa yang kerap merajai podium juara dipastikan tidak ikut ambil bagian.
Baca juga: Jelang Kirab Pusaka Ponorogo, Jalan Berlubang di Sepanjang Rute Mulai Ditambal
Sang jawara bertahan, Reog Brawijaya dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, memilih absen. Langkah serupa juga diambil oleh tim rival abadi mereka, SMAN 1 Ponorogo.
Kendati dua nama besar tersebut absen, magis FNRP XXXI sama sekali tidak luntur. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, menegaskan bahwa peta persaingan justru semakin menarik dan kompetitif dengan hadirnya delegasi dari berbagai daerah, bahkan hingga luar pulau Jawa.
“Mulai malam ini sampai Minggu, ada peserta yang dari dalam kota maupun luar Ponorogo. Bahkan ada yang dari luar pulau, yaitu Kontingen Sekolah Rakyat Palembang. Wah, sangat tersanjung kami karena ada Reog jauh-jauh dari Palembang datang ke sini,” ungkap perempuan yang akrab disapa Bunda Lisdyarita tersebut, Kamis (11/6/2026).
Selain kehadiran tim dari Sumatra, FNRP tahun ini juga menjadi tonggak sejarah bagi Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo yang mengirimkan grupnya, Garudo Djoyo Manggolo, sebagai tim debutan.
"Ini adalah penampilan pertama bagi kami di panggung besar ini. Mohon doa restunya dari seluruh masyarakat," tutur Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati.
Baca juga: Dulu Takut Bangunan Ambruk, Kini Anak-anak Panti Asuhan Kanzul Huda di Ponorogo Bisa Tidur Nyaman
Jadwal Lengkap Tampil Peserta FNRP XXXI (11-14 Juni 2026)
Bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan menyaksikan aksi memukau para pembarong, jatilan, dan bujang ganong, berikut adalah daftar lengkap urutan tampil peserta FNRP XXXI:
Kamis, 11 Juni 2026
Sardhulo Kridho (Eks-PB Somoroto)
Sardhulo Djoyo Gendhilo (PSHW Tunas Muda)
Manggolo Purojo Arjowinangun (Eks-PB Arjowinangun)
Reyog Krida Satria Tama (Komisariat PSH Pusat Madiun)
Taruno Jayengrono (SMAN 1 Pulung)
Gembolo Sardulo (Eks-PB Jetis)
Singo Mudo Kepuruhubuh (Desa Kepuruhubuh, Siman)
Jumat, 12 Juni 2026
Reyog Panjer Lintang (Eks-PB Pulung)
Krida Chatraka Muda (SMKN 1 Slahung)
Gembong Tengah Kutho Titik Nol (Eks-PB Ponorogo)
Manggolo Wiyoto (SMAN 3 Ponorogo)
Simo Budilutomo (PSRM Universitas Muhammadiyah Ponorogo)
Taruno Adi Luhung (SMAN 1 Babadan)
Reyog Waton Dhakon (UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)
Regol Wengker (Komunitas Seniman Reyog Kecamatan Sampung)
Sabtu, 13 Juni 2026
Pemerintah Kota Surabaya (Purbaya Surabaya)
Kyai Lodra (Disbud Jawa Timur)
Kedaton Singa Lodaya (BTS Art Community)
Garudo Djoyo Manggolo (Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo)
Taruno Suryo (SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo)
Ki Ageng Mirah (Desbumi PCNU Ponorogo)
Kawulo Mudho (Kabupaten Nganjuk)
Kridha Taruna (SMAN 2 Ponorogo)
Minggu, 14 Juni 2026
Po Narendra (PO Narendra)
Reyog Pemerintah Kabupaten Wonogiri (Pemkab Wonogiri)
Manggolo Mudho (Pawargo Yogyakarta)
Gajah Manggolo (SMAN 1 Ponorogo)
Komunitas Reyog Singo Yogo (Surakarta)
Satrio Bimo Sembodo (Baturetno, Wonogiri)
Bantarangin DKI Jakarta (Bantarangin DKI Jakarta)
Reyog Laskar Sawunggaling (Universitas Negeri Surabaya)
Gembong Cadas Sriwijaya (Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Palembang)