Kelana Swara Ambarrukmo dan IFI Yogyakarta Berkolaborasi Hadirkan Fête de la Musique 2026
Muhammad Fatoni June 11, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kelana Swara by Ambarrukmo berkolaborasi dengan Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta menghadirkan Fête de la Musique 2026, sebuah perayaan musik tahunan asal Prancis yang akan digelar di IFI Yogyakarta pada Sabtu (20/6/2026).

Sebanyak lima band lokal akan tampil dalam gelaran tersebut, yakni Autumn Hopes, The Jorans, Cherish, Buktu, serta Akadama & The Yoyo Connection.

Tak sekadar menjadi konser musik, acara ini juga dirancang sebagai ruang pertemuan lintas disiplin yang memberi panggung bagi musisi-musisi lokal yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.

Produser sekaligus Music Director Kelana Swara by Ambarrukmo, Daniel Bagas, mengatakan kolaborasi ini berangkat dari kesamaan visi antara Ambarrukmo dan IFI Yogyakarta dalam mendukung perkembangan ekosistem musik independen.

Menurutnya, Kelana Swara melalui inisiatif Pranawa Suara Baru memang sejak awal dibentuk sebagai platform multidisiplin yang bergerak di bidang musik.

“Selain memang bergerak di ranah kultural, kami juga ingin membawa semangat untuk mendukung para pelaku atau musisi lokal yang masih kurang mendapat sorotan. Kami ingin memberikan kesempatan dan ruang bagi mereka,” ujar Daniel, pada sesi konferensi pers, Kamis (11/6/2026).

Ia menilai skena musik Yogyakarta sangat dinamis dan beragam.

Namun, banyak potensi yang belum banyak dikenal publik karena perhatian kerap tertuju pada nama-nama yang itu-itu saja.

“Kalau kita bicara scene musik di Jogja, sebenarnya sangat beragam. Banyak sekali yang bisa digali. Festival mungkin yang terlihat hanya itu-itu saja, tetapi kalau kita menggali lebih dalam, banyak musisi yang bagus dan sangat berpotensi,” katanya.

Melalui Fête de la Musique 2026, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik.

Selain penampilan lima band hasil kurasi, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pengalaman interaktif lainnya.

“Kami ingin memberikan satu kesempatan, one day moment. Kami mengkurasi lima band. Nanti tidak hanya musik, tetapi juga ada mapping dan beberapa experience yang coba kami hadirkan di sana,” ungkap Daniel.

Lebih jauh, Daniel menjelaskan semangat yang dibawa Kelana Swara juga terinspirasi dari nilai-nilai budaya Jawa, bukan dalam bentuk simbol semata, melainkan melalui spirit yang terkandung di dalamnya.

“Bukan melulu bicara soal Jawa secara bentuknya, tetapi spiritnya. Salah satunya adalah guyub, gotong royong, dan saling tolong-menolong. Nilai-nilai seperti itu yang selalu hadir di berbagai skena di Jogja dan ingin kami terjemahkan ke dalam pop culture hari ini,” jelasnya.

Baca juga: FTB UAJY Sambut Mahasiswa Eckerd Collage Dalam Summer Course Program

Kolaborasi

Sementara itu, Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi, mengatakan kolaborasi dengan Ambarrukmo bukanlah yang pertama.

Sebelumnya, kedua pihak telah bekerja sama menggelar pameran Art is All Around bersama Studio Eko Nugroho dan Hotel Porta.

“Ini bukan kerja sama yang pertama. Kali ini kami kembali bekerja sama dengan Ambarrukmo untuk menyelenggarakan event di bidang musik, dan kami bertemu dengan partner terbaik, yaitu Mas Daniel dari Ambarrukmo,” kata Margaux.

IFI, lanjutnya, memang memiliki komitmen untuk mendukung kelompok-kelompok musik yang sedang berkembang agar memiliki ruang tampil yang lebih luas dan profesional.

“Tahun ini kami ingin kembali menyelenggarakan konser musik dengan cara yang lebih seru dan profesional,” ujarnya.

Dalam gelaran Fête de la Musique 2026, IFI berperan menyediakan fasilitas dan dukungan penyelenggaraan agar para musisi dapat menampilkan karya terbaik mereka.

Margaux menilai Yogyakarta selama ini lebih dikenal dunia internasional melalui seni rupa, serta genre musik seperti noise dan jazz.

Sementara itu, banyak musisi dari genre lain yang juga memiliki kualitas, tetapi belum mendapat eksposur yang memadai.

“Kalau dilihat dari dunia internasional, Jogja terkenal dengan visual art-nya. Kemudian di bidang musik terkenal dengan noise music dan jazz music. Tapi band-band bergenre rock, rap, atau genre lainnya belum begitu dikenal. Di situ IFI ingin masuk untuk memberikan support kepada mereka supaya bisa tetap berkarya,” tuturnya.

Ia pun memastikan dukungan tersebut tidak berhenti pada tahun ini saja.

“Secara rutin kami akan menyelenggarakan event konser seperti ini setiap tahunnya untuk memberikan dukungan kepada mereka,” pungkas Margaux. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.