TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tana Tidung direncanakan untuk pertama kalinya digelar di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem).
Saat ini, kawasan yang akan menjadi lokasi upacara tersebut masih dalam tahap penyelesaian, termasuk pengerjaan lapangan dan pembangunan tiang bendera.
Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Tana Tidung Lailan menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, persiapan lokasi upacara terus berjalan dan ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.
"Terkait pelaksanaan HUT RI ke-81 kita di sini Insya Allah sudah pasti di Puspem dan sekarang informasinya sudah tahap pengerjaan lapangannya, kemudian mau buat tiang benderanya. Insya Allah sempat selesai sebelum upacara," ujar Lailan kepada TribunKaltara.com, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Pemkab Tana Tidung Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Target Upacara Digelar Perdana di Puspem
Meski optimistis lokasi dapat digunakan, ia mengaku tetap memantau perkembangan pengerjaan karena persiapan Paskibraka harus disesuaikan dengan lokasi pelaksanaan upacara.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses adaptasi peserta apabila latihan dan pelaksanaan upacara dilakukan di lokasi yang berbeda.
"Sempat nanya-nanya Pak Sekda juga gimana lahan Puspemnya, katanya Insya Allah bisa sempat. Saya takutnya nanti latihannya beberapa hari di sini baru nanti di sana karena kita kan cuma 11 hari latihan, 12 hari sama hari pelaksanaan," katanya.
Ia menjelaskan, perubahan lokasi upacara menjadi tantangan tersendiri karena peserta harus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang baru.
"Beda lokasi sama tempat latihan tahun-tahun sebelumnya, makanya mereka nanti pasti susah penyesuaian tempat, itu yang kita takut," jelasnya.
Baca juga: Gedung Perkantoran di Puspem Tana Tidung Siap Digunakan Tahun Ini, Agustus OPD Ditargetkan Pindah
Karena itu, Kesbangpol berharap latihan dapat dilaksanakan langsung di kawasan Puspem sehingga peserta memiliki waktu yang cukup untuk mengenali kondisi lapangan.
"Saya maunya langsung di Puspem, makanya saya nanya-nanya terus tempatnya bagaimana lapangannya. Saya mau di sana langsung karena waktunya singkat jadi saya mau latihannya di sana karena takutnya penyesuaiannya susah nantinya. Insya Allah langsung di sana latihannya karena di sana sudah pengerjaannya dari akhir bulan lima kemarin," lanjutnya.
Lailan memaparkan, untuk persiapan peserta, pihaknya masih menunggu hasil seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Setelah pengumuman diterima, Kesbangpol akan segera menetapkan peserta tingkat kabupaten dan melaksanakan pengukuran serta pemesanan perlengkapan.
"Kalau untuk Paskibraka nanti kalau sudah ada pengumuman dari provinsi kita pun segera untuk mengeluarkan pengumuman. Setelah itu kita pengukuran pakaian atau segala pemesanan pakaian apa semua kan," paparnya.
Ia menambahkan, keterbatasan waktu membuat formasi khusus seperti bentuk Garuda atau angka diperkirakan tidak akan ditampilkan pada upacara tahun ini.
Meski demikian, jumlah anggota pasukan tetap dipertahankan sebanyak 39 orang sesuai formasi lengkap.
"Karena mengingat waktu ini kan sangat sempit kayaknya kita nggak ada formasi seperti itu. Kita formasi seperti biasa aja tapi tetap pakai formasi lengkap 39. Makanya kemarin kita sampai mengurangi waktu karena Pak Bupati maunya yang full. Tidak mungkin kita mengurangi jumlah peserta Paskibraka jadi waktunya yang kita kurangi, yang biasanya 16 hari dikurangi hanya 11 hari," tambahnya.
Rencananya peserta akan mulai masuk karantina pada 5 Agustus 2026 dan menjalani latihan mulai 6 Agustus.
Dengan waktu persiapan yang lebih singkat dari biasanya, para pelatih diminta meningkatkan intensitas latihan agar seluruh rangkaian upacara tetap berjalan maksimal.
"Kita mulai tanggal 6 Agustus sudah mulai latihan jadi tanggal 5 itu mereka sudah masuk karantina. Jadi 6 itu kita start, pokoknya kita ekstra latihannya. Makanya saya ngomong dengan pelatih mohon ekstra latihannya karena mengingat waktu," bebernya.
Menurutnya, para pelatih bahkan berharap masa latihan dapat ditambah. Namun kondisi saat ini mengharuskan panitia menyesuaikan jadwal yang tersedia.
"Padahal mereka minta waktunya jangan lagi 16 hari kalau bisa ditambah lagi. Saya bilang malah ini sudah dikurangi karena kita menyesuaikan, jadi mohon ekstra saja lagi latihannya. Tidak bisa main-main, tidak longgar-longgar lagi," tuturnya.
Untuk akomodasi peserta, Kesbangpol tetap menggunakan asrama SMP Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung sebagai lokasi karantina karena keterbatasan anggaran.
Peserta nantinya akan dimobilisasi setiap hari menuju lokasi latihan di kawasan Puspem.
"Nginapnya tetap di sini seperti kemarin, tetap di asrama sekolah terpadu karena anggaran kita sudah tidak ada untuk nginap di hotel. Jadi saya sudah ngomong bapak asisten juga terkait mobilisasi kita ke sana nanti supaya difasilitasi," ucapnya.
Selain itu, Kesbangpol juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait penyediaan fasilitas pendukung selama latihan berlangsung.
"Sudah ngomong juga ke Pak Rico di PUPR terkait air dan fasilitas karena kita sudah dipinjami satu gedung. Waktu latihan nanti di situ kita istirahat dan makan siang, kalau makanan nanti ada pihak ketiga yang antarkan," sambungnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelatihan Paskibraka tahun ini juga akan melibatkan personel TNI, Polri dan purna Paskibraka sebagai asisten pelatih.
"Pelatihannya dari TNI Polri, dari TNI tiga orang dan dari Polri dua orang. Nanti ada juga asisten pelatih itu dari purna," pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti