TRIBUNNEWS.COM - Cristiano Ronaldo tidak salah jika pada Piala Dunia 2026 dilabeli sebagai 'Bocah Tua Nakal" atau Botuna. Tentu saja dalam konteks yang positif.
Dalam usianya yang kini lebih dari 41 tahun, Cristiano Ronaldo mampu menjaga siklus performanya tetap berada di level tertinggi.
Hal itu diamini oleh pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez.
Dalam wawancaranya dengan The Athletic, (Rabu (10/6), Roberto Martinez menggambarkan sosok CR7 tak ubahnya pesepak bola yang baru berusia 18 tahun.
"Setiap kali Cristiano kembali ke tim nasional, dia masih membawa antusiasme dan kesegaran yang sama seperti pemain berusia 18 tahun yang dipanggil untuk pertama kalinya," nilai Roberto Martinez.
Pelatih asal Spanyol ini menekankan, jika ada anggapan Portugal tidak lagi membutuhkan sosok Ronaldo di Piala Dunia 2026, itu opini 'sesat'.
Mantan manajer klub Liga Inggris, Everton ini pun menunjukkan datanya.
“Ingatlah bahwa Portugal telah lolos ke tujuh Piala Dunia berturut-turut, sekarang total sembilan, sejak Cristiano Ronaldo bergabung dengan tim nasional,” kata Martinez.
“Dia telah memberikan kontinuitas yang luar biasa dalam kualifikasi untuk turnamen-turnamen besar.”
Menariknya, dalam podcast Super Taktik yang digelar Tribunnews.com, Bayu Ajianto dari Football Enthusiast, juga menyampaikan hal serupa.
Cristiano Ronaldo memiliki sesuatu yang jarang, bahkan tidak dimiliki pesepak bola dunia berbakat lainnya. Yakni kerja keras, kecerdasan, dan bakat.
"Ronaldo adalah contoh sempurna bakat yang dipadukan dengan kerja keras dan disiplin," ucap Bayu Ajianto menilai sosok Cristiano Ronaldo.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Bukan Prioritas, Pelatih Lulusan Universitas di Jerman Jagokan Portugal Juara
"Hal yang identik dengan Ronaldo ya kerja keras. Di dunia ini banyak pemain berbakat, tetapi sangat jarang melihat pemain yang bisa mempertahankan levelnya lebih dari dua dekade."
"Yang membuat Ronaldo istimewa tidak hanya dari jumlah golnya, tetapi kemampuannya terus berevolusi."
"Ketika di MU dia dikenal sebagai winger yang gocekannya luar biasa, kemudian di Madrid di usia matang berkembang menjadi mesin gol. Terus ketika usianya bertambah, dia berubah menjadi striker yang efisien. Ronaldo memang pemain berbakat, tetapi yang membedakan dengan pemain hebat lainnya adalah mempertahankan performanya yang lebih dari dua dekade," tegasnya.
Performa mantan penyerang Juventus, Real Madrid, dan Manchester United ini bisa dikatakan bak tak termakan oleh usia. Bagaimana tidak, di musim 2025/2026 dia sukses membantu Al Nassr untuk merengkuh trofi juara Liga Arab Saudi.
Cristiano Ronaldo juga menunjukkan statistiknya termasuk oke. Dari 37 pertandingan, dia menceploskan 30 gol dan lima assist untuk Al Nassr.
Dengan konsistensinya yang terjaga dalam mengoyak jala gawang lawan, julukan "Bocah Tua Nakal" mengacu kepada kepada insting golnya yang tak ubahnya pemain muda, adalah sesuatu yang normal bagi CR7 mendapatkan dominasi sorotan pada World Cup 2026.
Ini menjadi Piala Dunia keenam Ronaldo. Dalam lima edisi sebelumnya, pemain 41 tahun itu selalu membuat gol.
Ronaldo debut di Piala Dunia 2006. Dia mencetak satu gol untuk Portugal. Gol Ronaldo itu dibukukan ke gawang Iran saat membantu Portugal menang 2-0. Ronaldo mencetak gol via titik putih.
Empat tahun kemudian, Ronaldo kembali mencetak satu gol di Piala Dunia. Di Afrika Selatan pada 2010, Ronaldo membobol gawang Korea Utara saat membantu Portugal menang 7-0.
Ronaldo juga mencetak satu gol di Piala Dunia 2014 di Brasil dan Piala Dunia 2022 di Qatar.
Gol terbanyak dicetak Ronaldo saat berlaga di Piala Dunia 2018. Di Rusia, Ronaldo mencatatkan empat gol.
Portugal masuk di Grup J di Piala Dunia 2026. Selecao das Quinas akan bersaing dengan Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia untuk merebut tiket ke babak gugur.
Pada pertandingan pertama, Portugal akan melawan Kongo. Laga itu akan berlangsung di Houston Stadium, Houston, pada Kamis (18/6/2026). Ronaldo mempunyai kesempatan besar untuk mencetak gol dan menorehkan sejarah mencatatkan namanya di enam Piala Dunia.
(Tribunnews.com/Giri)