Pulang dari Busan dan Membawa Nama Bangsa dengan Terhormat, Tim Tari Saman Disambut Kalungan Bunga
Rizwan June 11, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan TribunGayo. Com, Fikar W Eda/Jakarta

TribunGayo. Com, JAKARTA - Suasana haru dan bahagia menyelimuti ruang kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta-Banten, Rabu, 10 Juni 2026.

Satu per satu anggota delegasi Tari Saman yang baru tiba dari Korea Selatan melangkah keluar menuju area penjemputan.

Di sana, orang tua, keluarga, dan kerabat telah menunggu dengan penuh kerinduan.

Kalungan bunga disematkan ke leher para anggota tim. Senyum merekah, pelukan hangat bertaut, sementara sejumlah orang tua tampak tak mampu menyembunyikan rasa bangga melihat anak-anak mereka kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan sebuah tugas besar: menjalankan misi kebudayaan Indonesia di panggung dunia.

Bagi sebagian besar anggota delegasi yang masih berusia muda, perjalanan ke Busan bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ini adalah pengalaman berharga yang akan mereka kenang sepanjang hidup.

Mereka datang sebagai duta budaya, membawa Tari Saman dari dataran tinggi Gayo, Aceh, untuk dipertontonkan kepada masyarakat internasional dalam Busan International Dance Festival (BIDF) 2026.

Selama berada di Korea Selatan, mereka tidak hanya menampilkan pertunjukan di panggung-panggung festival, tetapi juga menjadi wajah Indonesia yang memperkenalkan nilai-nilai persaudaraan, disiplin, dan kekayaan budaya Nusantara kepada dunia.

Delegasi ini diberangkatkan untuk mewakili Indonesia pada BIDF 2026 dengan dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga atas atensi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, serta Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun.

Kepercayaan tersebut dijawab dengan kerja keras dan dedikasi seluruh anggota tim. Dalam setiap penampilan, Tari Saman berhasil memikat perhatian penonton.

Tepuk tangan panjang, apresiasi yang meriah, hingga antusiasme masyarakat Korea Selatan menjadi bukti bahwa budaya Aceh memiliki daya tarik yang mampu menembus batas-batas geografis dan bahasa.

Ketua Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), M Aris, yang memimpin delegasi ke Busan bersama CEO Duta Saman Institute Aminnulah Adnan , menyampaikan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang dijalani tim selama festival berlangsung.

Menurut Aris, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota delegasi yang telah menunjukkan komitmen tinggi sejak masa persiapan hingga pelaksanaan di Korea Selatan.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota tim yang telah memberikan penampilan terbaik. Mereka tidak hanya tampil maksimal di atas panggung, tetapi juga mampu menjaga marwah bangsa dan daerah selama berada di luar negeri," ujarnya.

Pernyataan itu terasa sangat relevan.

Sebab, di balik gemerlap panggung festival internasional, ada tanggung jawab besar yang dipikul para peserta. Mereka membawa identitas budaya Aceh sekaligus nama Indonesia.

Setiap gerakan, sikap, dan perilaku mereka menjadi cerminan bangsa di mata dunia.

Di Busan, para pemuda itu membuktikan bahwa generasi muda mampu tampil percaya diri dalam pergaulan global tanpa kehilangan akar budayanya.

Mereka memperlihatkan bahwa Tari Saman bukan hanya warisan budaya yang indah untuk ditonton, tetapi juga simbol kekompakan, kerja sama, dan ketangguhan masyarakat Gayo.

Kepulangan dari Busan menandai berakhirnya satu misi kebudayaan. Namun sesungguhnya, perjalanan itu bukanlah akhir.

Ia menjadi bagian dari langkah panjang memperkenalkan budaya Aceh ke dunia internasional.

Di tangan generasi muda seperti mereka, harapan itu tetap menyala. Dari kampung-kampung di Gayo hingga panggung internasional di Korea Selatan, Tari Saman terus bergerak, menyatukan orang-orang dalam irama dan tepukan yang sama.

Dan ketika pesawat yang membawa mereka mendarat di Soekarno-Hatta malam itu, yang pulang bukan hanya sekelompok penari.

Yang pulang adalah para duta budaya yang telah menunaikan amanah dengan baik membawa nama Indonesia ke panggung dunia dan mengembalikannya dengan kehormatan.(*) 

Baca juga: Tepuk Tangan Panjang untuk Saman di Geoje, Pulau Terindah di Korea Selatan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.