Penjelasan Ponpes MMQ Kediri Terkait Kronologi 3 Santri Tenggelam di Pantai Pangi Blitar
Rendy Nicko June 11, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pihak Pondok Pesantren Muhammadiyah Markas Qurani (MMQ) di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri akhirnya angkat bicara terkait kegiatan outing class yang berujung petaka di Pantai Pangi Desa Tumpakkepuh Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026).

Hal itu menyusul insiden tiga santri yang terseret ombak saat bermain di tepi pantai, mengakibatkan dua santri berhasil diselamatkan dan satu santri lainnya masih dalam pencarian.

Salah satu Pengajar Ponpes MMQ Sapran Hamid menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda liburan rutin yang diikuti puluhan santri untuk memberikan suasana belajar yang berbeda di luar lingkungan pondok.

Menurut Sapran, rombongan berangkat dari Kabupaten Kediri pada Rabu (10/6/2026) sore dengan jumlah sekitar 25 santri. Mereka terlebih dahulu melakukan kegiatan camping di kawasan Desa Bedali Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri.

Baca juga: 3 Santri dari Kediri Terseret Ombak di Pantai Pangi Kabupaten Blitar

"Kami dari Pondok MMQ berangkat ke Bedali Ngancar untuk melakukan camping. Mulai berangkatnya Rabu sore tanggal 10 Juni 2026. Kemarin berangkat sekitar 25 santri," jelasnya, Kamis (11/6/2026) sore. 

Rombongan kemudian menginap di Masjid Khusnul Khatimah yang berada di Desa Bedali sebelum melanjutkan agenda rekreasi ke Pantai Pangi pada Kamis pagi keesokan harinya. 

Namun kegiatan yang semula berlangsung sebagai bagian dari outing class itu berubah menjadi kepanikan ketika sejumlah santri bermain di kawasan pantai dan terseret ombak besar.

Sapran mengaku menerima kabar kejadian tersebut melalui telepon dari tim pendamping yang berada di lokasi sekitar pukul 10.58 WIB.

"Ternyata santri kami lagi bermain di pantai, keseret ombak," katanya.

Santri yang disebut dalam laporan awal tersebut adalah Mariam Haira (9), Azalia Amira (10) dan Azizul (11). Mereka terseret ombak saat berada di area pantai bersama rombongan.

Beruntung, Azalia dan Azizul berhasil diselamatkan oleh nelayan dan warga sekitar yang langsung memberikan pertolongan sesaat setelah kejadian.

"Alhamdulillah berhasil diselamatkan sama nelayan setempat dan warga setempat," ungkap Sapran.

Korban kemudian dievakuasi ke puskesmas terdekat karena mengalami sesak napas dan menggigil akibat terlalu lama berada di air laut.

"Alhamdulillah beliau sudah pulih lagi dan sekarang dalam perjalanan pulang ke sini menggunakan ambulans," jelasnya.

Sementara itu, Mariam hingga Kamis sore masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama kepolisian, relawan dan nelayan setempat terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian

"Yang nama Mariam ini sampai saat ini belum ada info. Belum ketemu juga. Sudah dicari sama warga setempat, kemudian tim SAR juga sudah datang," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tangkap 14 Pengedar Narkoba di Blitar dalam Sebulan

Menurut Sapran, pencarian sempat terkendala kondisi ombak dan arus laut selatan yang cukup kuat sehingga membahayakan petugas yang melakukan penyisiran.

"Karena arus laut yang begitu kencang, jadi tidak bisa untuk dicari. Insyaallah tunggu airnya tenang dulu dan bisa dicari nanti," katanya.

Pasca kejadian tersebut, santri lainnya langsung dipulangkan ke pondok di Kabupaten Kediri. Mereka disebut mengalami syok dan trauma setelah mengetahui salah satu temannya masih hilang akibat terseret ombak.

"Mereka tentunya takut, panik dan cemas karena trauma karena temannya belum ketemu setelah terseret ombak tadi," tutur Sapran.

Sapran juga mengungkapkan bahwa Mariam yang hingga kini masih dalam pencarian merupakan putri dari pimpinan Pondok Muhammadiyah Markas Qurani. Saat insiden terjadi, kedua orang tuanya diketahui turut mendampingi kegiatan di lokasi.

Dieritakakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Saiful Muheni membenarkan adanya insiden santri terseret ombak di kawasan Pantai Pangi Kecamatan Bakung. Menurutnya petugas dari Polsek Bakung bersama unsur terkait langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan kejadian.

"Benar memang ada peristiwa tersebut. Saat ini tim gabungan dari Polsek Bakung sedang melakukan pencarian," kata Aiptu Saiful Muheni.

Saiful menjelaskan berdasarkan data sementara yang diterima petugas, terdapat tiga santri yang sempat terseret ombak saat bermain di tepi pantai. Dua korban berhasil diselamatkan dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan kepolisian, relawan, nelayan dan petugas SAR.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.