TRIBUNNEWS.COM - Jika ada yang ketiban apes berupa masalah non-teknis menjelang Piala Dunia 2026 yang dimulai 12 Juni, maka timnas Haiti jawabannya.
Usut punya usut, 'seragam tempur' timnas Haiti yang menjadi masalah. Seragam tempur yang dimaksud adalah jersey yang dikenakan anak asuh Sebastien Migne untuk berjuang di Piala Dunia 2026.
Timnas Haiti terpaksa mengubah desain jersey mereka untuk ajang Piala Dunia 2026 setelah FIFA menilai sejumlah elemen visual pada seragam tersebut melanggar aturan.
Timnas Haiti menjadi segelintir kekuatan yang bisa dikategorikan tim hore pada Piala Dunia 2026.
Tergabung di Grup C bersama Brasil, Maroko, dan Skotlandia, Haiti tidak difavoritkan untuk lolos ke 32 Besar.
Bahkan dalam podcast Super Taktik di YouTube Tribunnews yang menghadirkan Football Enthusiast, Bayu Ajianto dan Richardo Liwang (Anggota Indo Barca), Haiti diprediksi akan menjadi tim penghuni peringkat terbawah di tabel klasemen nantinya.
"Haiti yah, semoga mereka bisa tampil memuaskan lah. Tim hore lah ya," ucap Bayu Ajianto sembari tertawa dalam penilaiannya.
"Kalau kita jagoan Brasil lah ya (finis peringkat pertama-red), Maroko bisa melaju sejauh mungkin karena pengalaman, sementara Skotlandia ketiga, dan terakhir Haiti," terang Richardo Liwang memprediksi persaingan Grup C.
Namun menjelang laga pertama melawan Skotlandia pada Minggu 14 Juni, Haiti malah menghadapi masalah.
Timnas Haiti harus melakukan perubahan pada jersey yang akan digunakan di Piala Dunia 2026 setelah FIFA menilai sebagian elemen desain seragam tersebut tidak sesuai dengan regulasi perlengkapan pertandingan.
Desain awal jersey Haiti menampilkan ilustrasi yang terinspirasi dari perjuangan kemerdekaan negara Karibia tersebut.
Visual bernuansa peperangan itu ditempatkan pada bagian bawah seragam yang diproduksi oleh perusahaan apparel asal Kolombia, Saeta.
Namun setelah melalui proses evaluasi, FIFA meminta agar beberapa bagian desain diubah karena dianggap memiliki keterkaitan dengan unsur politik yang tidak diperbolehkan dalam kompetisi sepak bola internasional.
Baca juga: Infantino Bela Harga Tiket dan Isu Visa di Piala Dunia 2026
Saeta menjelaskan bahwa desain tersebut dikembangkan bersama Federasi Sepak Bola Haiti sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa Haiti.
Menurut perusahaan tersebut, ilustrasi yang digunakan bertujuan menggambarkan semangat juang, ketahanan, dan kebanggaan rakyat Haiti, bukan untuk menyampaikan pesan politik.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Instagram pada Rabu (10/6), Saeta menyatakan telah memenuhi seluruh permintaan FIFA terkait revisi desain jersey.
"Komitmen kami selalu untuk merayakan budaya, ketahanan, dan kebanggaan rakyat Haiti melalui desain kami. Setelah peninjauan FIFA dan regulasi perlengkapan pertandingan, kami telah menerapkan modifikasi yang diminta sehingga tim siap tampil di panggung terbesar sepak bola dunia," tulis Saeta, mengutip dari laman Insideworldfootball, Kamis (11/6)
Perusahaan tersebut juga menyampaikan dukungannya kepada tim nasional Haiti yang akan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Haiti tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan di Grup C.
Tim berjuluk Les Grenadiers itu akan bersaing dengan Brasil, Maroko, dan Skotlandia untuk memperebutkan tiket ke fase gugur.
Haiti dijadwalkan menjalani laga perdana Piala Dunia 2026 menghadapi Skotlandia pada Minggu (14/6).
Pertandingan tersebut akan menjadi momen penting bagi Haiti yang berupaya mencatat sejarah di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
(Tribunnews.com/Giri)