TRIBUNNEWS.COM - FIFA memperkenalkan format baru upacara pra-pertandingan yang akan digunakan di seluruh laga Piala Dunia 2026.
Perubahan ini menjadi salah satu inovasi terbesar yang dilakukan badan sepak bola dunia tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Jika sebelumnya para pemain inti berdiri berbaris menghadap tribun saat lagu kebangsaan diperdengarkan, kini FIFA menghadirkan konsep yang berbeda.
Seluruh pemain yang masuk dalam skuad pertandingan, termasuk pemain cadangan, akan berkumpul bersama di lingkaran tengah lapangan.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari konsep baru yang disebut FIFA sebagai "360-degree ceremony" atau seremoni 360 derajat.
Pengamat sepak bola Adrian menilai perubahan tersebut mencerminkan arah baru sepak bola modern yang tidak hanya menjual pertandingan, tetapi juga pengalaman.
"Kalau melihat Piala Dunia 2026, saya rasa ini akan menjadi salah satu edisi yang paling modern dalam sejarah," kata Adrian saat berbicara di Podcast Super Taktik di Youtube Tribunnews.
Dalam era media sosial saat ini, momen-momen emosional seperti upacara pra-laga seperti itu juga berpotensi menjadi simbol yang melekat dalam ingatan publik.
"Ini kan ajang paling monumental dalam sepak bola gitu ya, melebihi Champions League, melebihi Liga Inggris. Jadi sudah pasti tiap edisinya selalu spesial dan melahirkan momen-momen yang akan tercatat dalam sejarah," kata Adrian.
Baca juga: Infantino Bela Harga Tiket dan Isu Visa di Piala Dunia 2026
Perubahan gaya baru upacara pra pertandingan ini bukan sekadar soal estetika.
FIFA seperti dimuat dalam laman mereka, menyebut konsep baru tersebut sebagai pengalaman "360 derajat", yakni sebuah upaya untuk membuat seluruh stadion ikut terlibat dalam seremoni sebelum pertandingan.
Dalam format lama, sebagian besar perhatian hanya terpusat pada satu sisi lapangan. Penonton yang berada di belakang pemain sering kali tidak mendapatkan sudut pandang terbaik ketika lagu kebangsaan diputar.
Kini FIFA ingin mengubah itu.
Dengan pemain yang berkumpul di tengah lapangan dan elemen visual ditempatkan secara melingkar, penonton dari seluruh penjuru stadion diharapkan tetap bisa menikmati momen yang sama.
Dengan kata lain, FIFA sedang mencoba mengubah seremoni pra-pertandingan dari sebuah formalitas menjadi pertunjukan yang dirasakan bersama oleh puluhan ribu orang di stadion.
Salah satu perubahan paling menarik adalah keterlibatan seluruh anggota skuad.
Pada Piala Dunia sebelumnya, hanya pemain inti yang berdiri saat lagu kebangsaan dikumandangkan. Pemain cadangan biasanya menunggu di area bangku tim.
Mulai Piala Dunia 2026, seluruh pemain yang masuk daftar pertandingan akan berdiri bersama rekan-rekannya di lingkaran tengah.
Artinya, setiap pemain yang terpilih membela negaranya akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk merasakan momen emosional saat lagu kebangsaan dinyanyikan di panggung sepak bola terbesar dunia.
FIFA menilai langkah ini lebih merepresentasikan semangat sepak bola modern yang menempatkan tim sebagai satu kesatuan, bukan hanya sebelas pemain yang turun sejak menit pertama.
Elemen lain yang langsung mencuri perhatian adalah penggunaan bendera negara berukuran ekstra besar.
Dua bendera raksasa akan dibentangkan di lapangan sebagai latar belakang para pemain saat lagu kebangsaan dimainkan.
Akan ada pula banner besar di lingkaran tengah, bendera-bendera kecil yang dibawa pengiring pemain, serta berbagai elemen visual yang dirancang khusus untuk memperkuat identitas masing-masing negara.
Jika biasanya fokus hanya tertuju pada wajah para pemain saat menyanyikan lagu kebangsaan, kini FIFA ingin identitas negara mereka juga tampil secara lebih dominan di lapangan.
Setelah lagu kebangsaan selesai dikumandangkan, para pemain akan melakukan sesi salam antartim dan foto resmi sebelum kapten menjalani undian koin untuk menentukan sisi lapangan.
Baca juga: Pembukaan Piala Dunia 2026 di Depan Mata, Meksiko Perketat Keamanan Ibu Kota
Menariknya, konsep baru ini lahir setelah FIFA mencoba eksperimen lain di Piala Dunia Antarklub 2025.
Saat itu setiap pemain diperkenalkan satu per satu layaknya pertandingan basket atau olahraga Amerika Utara.
Namun hasilnya tidak sepenuhnya memuaskan.
Proses tersebut dianggap terlalu panjang dan membuat sejumlah pertandingan mengalami keterlambatan kick-off.
Karena itu FIFA mencari cara lain yang tetap menghadirkan suasana megah tanpa mengganggu jadwal pertandingan.
Konsep lingkaran tengah akhirnya dipilih sebagai jalan tengah antara hiburan dan efisiensi waktu.
FIFA menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi pengalaman menonton sepak bola. Diharapkan seluruh penonton di stadion dapat merasakan pengalaman yang sama tanpa bergantung pada posisi tempat duduk mereka.
"Seiring berkembangnya Piala Dunia FIFA, kami terus berinovasi dalam cara pertandingan dinikmati."
"Kehadiran seluruh pemain dan wasit yang saling berhadapan di lingkaran tengah saat lagu kebangsaan akan menciptakan momen persatuan, kebanggaan, dan emosi yang kuat," kata Presiden FIFA, Gianni Infantino dalam laman resmi FIFA.
Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa FIFA tidak lagi memandang pertandingan hanya dimulai saat wasit meniup peluit pertama.
Bagi badan sepak bola dunia itu, pengalaman menonton kini dimulai sejak pemain melangkah keluar dari terowongan stadion.
Karena itu, pada fase-fase akhir turnamen nanti, seremoni juga akan diperkuat dengan asap berwarna, efek piroteknik, serta berbagai elemen hiburan tambahan.
Adapun Piala Dunia 2026 sendiri akan dimulai pada Jumat (12/6/2026) dinihari nanti pukul 02.00 WIB di Stadion Azteca, Meksiko
Laga pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan, sekaligus menjadi panggung pertama bagi format baru upacara pra-pertandingan yang digagas FIFA.
(Tribunnews.com/Tio)