Thomas Tuchel meredam isu adanya ketegangan antara Jude Bellingham dan Anthony Gordon dalam laga pemanasan terakhir Inggris jelang Piala Dunia. Bintang Real Madrid itu sempat bersiap mengeksekusi penalti di babak kedua sebelum akhirnya diminta menyerahkan bola kepada winger anyar Barcelona tersebut.
Kebingungan soal penalti dalam kemenangan Inggris
Kemenangan 3-0 Inggris atas Kosta Rika di Orlando berjalan relatif mulus, namun momen menarik terjadi di babak kedua ketika Bellingham dan Gordon terlibat dalam situasi membingungkan. Setelah The Three Lions mendapat hadiah penalti, Bellingham langsung mengambil bola dengan niat menambah keunggulan tim. Namun, setelah ada instruksi singkat dari pinggir lapangan, pemain Madrid itu diminta untuk memberikan bola kepada Gordon.
Pemain Barcelona itu, yang sedang dalam performa apik, kemudian mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk membuat skor menjadi 2-0. Meskipun tampak canggung di lapangan, Tuchel segera menegaskan bahwa insiden tersebut berasal dari arahan staf pelatih, bukan karena ego antar pemain. Menurutnya, “salah paham” itu terjadi di tengah berbagai pergantian pemain saat Inggris berusaha mengatur rotasi skuad menjelang laga pembuka turnamen.
Tuchel jelaskan penyebab kekeliruan
Berbicara setelah pertandingan yang sempat tertunda satu jam akibat badai petir di Florida, Tuchel mengambil tanggung jawab penuh atas kebingungan tersebut. Pelatih asal Jerman itu menjelaskan bahwa prosedur penentuan penendang penalti biasanya sudah ditetapkan, namun kali ini terganggu oleh banyaknya pergantian pemain dalam laga uji coba itu, di mana penendang utama Harry Kane sudah ditarik keluar.
“Ada banyak pergantian pemain sehingga urutan penendang tidak lagi jelas,” ujar Tuchel kepada wartawan. “Anthony seharusnya menjadi penendang kedua. Biasanya daftar itu tertulis di papan, tetapi karena kali ini kami menggunakan lebih dari lima pergantian, terjadi sedikit salah komunikasi. Itu sepenuhnya tanggung jawab kami dan seharusnya kami menyampaikannya secara lisan.”
Tuchel juga memuji etos kerja Bellingham di lini tengah. Ia berkata, “Kami sudah sangat jelas tentang DNA permainan kami — tekanan tanpa bola, intensitas, pressing. Saya ingin melihat Jude bermain bersama Harry (Kane), Elliot (Anderson), dan Declan (Rice) di tengah untuk pertama kalinya. Saya tahu apa yang bisa diberikan Morgan (Rogers), saya sudah sering melihatnya. Ini pertama kalinya untuk Jude, dan dia benar-benar menerapkan ide-ide itu. Dia harus melakukannya, dia juga menikmatinya, dan itu bagian dari permainan kami. Dia melakukannya di level tinggi seperti pemain lainnya.”
Fokus pada tim, bukan individu
Saat ditanya apakah insiden penalti atau performa individu Bellingham dan Gordon akan memengaruhi susunan pemain utama di Piala Dunia, Tuchel enggan memberikan jawaban pasti. Ia menolak menyoroti keduanya secara terpisah dan memilih memuji kerja sama kolektif seluruh tim serta semangat pemain pengganti yang tampil di bawah suhu panas Florida.
“Saya tidak ingin membicarakan performa dua pemain itu karena menurut saya terlalu singkat untuk menilai hanya dua orang,” katanya. “Kami sudah memiliki tim yang kuat sejak awal, kami tahu itu, dan para pemain pengganti juga tampil bagus karena itu bagian dari karakter tim. Sikap dari bangku cadangan juga luar biasa. Saya sangat menyukai performa 90 menit penuh, dan baik Jude maupun Anthony menjadi bagian dari itu.”
The Three Lions siap menuju Dallas
Meski sempat ada drama kecil di titik penalti, suasana di kubu Inggris tetap sangat positif. Gol dari Rice, Gordon, dan Ollie Watkins memastikan kemenangan nyaman bagi pasukan Tuchel, yang menyelesaikan laga tanpa ada cedera baru. Tim kini akan bertolak ke markas mereka di Kansas City untuk menyempurnakan persiapan sebelum menghadapi Kroasia di Dallas.
Tuchel menegaskan bahwa kekompakan skuad saat ini berada di level tertinggi ketika mereka berusaha meraih trofi Piala Dunia pertama dalam 60 tahun. “Jika kami bisa bermain seperti ini dan berkembang sepanjang turnamen dengan rasa persaudaraan serta semangat tim seperti yang terlihat hari ini, kami akan memiliki hubungan luar biasa dengan para penggemar dan semoga ini menjadi pengalaman yang luar biasa,” tambah sang pelatih.
Sejauh mana Inggris bisa melangkah di Piala Dunia?