Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Andreas, seorang pengendara sepeda motor di Sumba Timur, NTT mengaku terbebani dan bingung dengan penyesuaian harga BBM Pertamax yang mengalami kenaikan signifikan.
Sebelumnya, harga Pertamax sebesar Rp12.300 per liter, kemudian naik menjadi Rp16.250 per liter.
Perubahan tersebut membuat biaya pengisian BBMnya ikut membengkak.
Selama ini, Andreas mengisi BBM senilai Rp30.000 tangki penuh. Namun, setelah terjadi kenaikan harga, mengisi Rp40.000 pun tangki belum penuh.
Baca juga: Harga Pertamax Naik Jadi Beban Baru bagi Driver Grab dan Maxim di Sumba Timur
"Saya bingung," kata Andreas singkat pada Kamis (11/6/2026).
Ia mengaku tidak tahu harus berbuat apa menghadapi perubahan harga itu selain tetap membelinya.
Andreas juga tidak bisa beralih ke BBM subsidi karena ada larangan bagi kendaraan berpelat luar daerah.
Larangan tersebut sesuai dengan Pergub NTT Nomor 13 Tahun 2025 yang mengatur bahwa kendaraan berpelat luar NTT tidak diizinkan mengisi BBM subsidi.
Ia mengaku kondisi itu sangat memberatkannya.
"Ini berat. Berat sekali. Apalagi saya ini pelat DK tidak bisa isi Pertalite," katanya.
Konsumen Pertamax Menurun
Akibat kenaikan harga BBM Pertamax, SPBU Kilo 2 di Kota Waingapu mengalami penurunan jumlah konsumen.
"Kurang peminat. Penjualan juga menurun sejak ada kenaikan," kata Vany, salah satu admin di SPBU Kilo 2 itu.
Menurunnya jumlah pembeli membuat pasokan Pertamax di SPBU tersebut tidak habis dalam sehari.
Biasanya, pasokan sekitar 8.000 liter habis dalam waktu singkat.
"Kemarin, Pertamax 8 ribu liter. Dua hari belum habis," ujarnya. (dim)