Danny Murphy menjelaskan kepada GOAL alasan mengapa Liam Rosenior, setelah masa kepemimpinannya yang gagal di Chelsea, dianggap “terlalu berisiko” untuk dijadikan manajer baru Fulham di Liga Primer Inggris. Mantan bintang Fulham itu juga menilai peluang Frank Lampard untuk kembali ke London Barat setelah sukses membawa Coventry City promosi.
Fulham kini tengah mencari pelatih baru setelah Marco Silva memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Craven Cottage. Pelatih asal Portugal itu mengakhiri masa tugas produktif selama lima tahun bersama The Cottagers.
Selama masa kepemimpinannya, Silva berhasil membawa Fulham promosi dari Championship dan menegaskan posisi klub tersebut sebagai tim papan tengah Liga Primer, dengan catatan 100 kemenangan dari 229 pertandingan. Kini, posisi tersebut menjadi rebutan, dengan sejumlah nama disebut masuk dalam daftar kandidat.
Salah satu nama yang mencuat adalah Liam Rosenior, yang saat ini tidak memiliki klub setelah masa kerja singkatnya di Chelsea. Sebelumnya, reputasinya meningkat berkat kinerjanya di Hull City dan Strasbourg, namun masa jabatannya di Stamford Bridge hanya berlangsung 23 pertandingan dalam kurun waktu tiga setengah bulan.
Rosenior memiliki ikatan sejarah dengan Fulham dari masa bermainnya selama empat tahun di klub tersebut. Namun, apakah hubungan masa lalu cukup untuk membuatnya kembali ke Craven Cottage?
Saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut, Murphy, yang berbicara secara eksklusif kepada GOAL melalui NetBet, mengatakan: “Saya pikir dia akan sangat antusias jika diberi kesempatan. Itu akan jadi pekerjaan luar biasa baginya.”
“Namun, saya tidak yakin itu akan terjadi. Menurut saya, Fulham akan menilai hal itu terlalu berisiko karena masa kepemimpinannya di Chelsea, meski sempat berjalan baik di awal, akhirnya gagal. Fulham saat ini sudah sangat solid di bawah Marco Silva dan tampil baik di Liga Primer, jadi itu risiko yang terlalu besar untuk diambil klub.”
“Saya rasa mereka akan memilih sosok yang sudah lebih berpengalaman di level tersebut. Saya tahu Thomas Frank sudah menolak peluang itu, tapi masih ada banyak pelatih lain yang punya pengalaman lebih di Liga Primer dibandingkan Rosenior, terlepas dari hubungan pribadinya dengan klub.”
Di sisi lain, legenda Chelsea, Frank Lampard, juga disebut masuk dalam radar Fulham. Reputasi Lampard di dunia kepelatihan meningkat setelah berhasil membawa Coventry City kembali ke Liga Primer untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir.
Meskipun Lampard masih memiliki tugas di Coventry, muncul spekulasi bahwa Fulham bisa saja mencoba membujuk pelatih berusia 47 tahun itu untuk pindah sebelum menjalani tantangan musim baru di kasta tertinggi.
Menanggapi hal tersebut, Murphy berkata: “Saya bisa paham jika ada klub lain yang mencoba merekrutnya. Apa yang dia lakukan di Coventry sungguh luar biasa dalam waktu singkat. Cara mereka bermain, bagaimana dia meningkatkan kemampuan pemain, dan pengalamannya melatih di Liga Primer bersama Everton dan Chelsea—semuanya sangat impresif.”
“Tapi saya sulit membayangkan dia meninggalkan klub setelah membawa mereka promosi dan mendapat dukungan besar dari para penggemar. Meski begitu, selalu ada alasan—keamanan, finansial, banyak faktor yang memengaruhi keputusan pelatih dan pemain untuk pindah. Saya bisa mengerti jika Fulham mencoba, tapi saya akan terkejut jika loyalitas Frank tidak membuatnya bertahan di Coventry, setidaknya untuk mencoba mempertahankan mereka di Liga Primer.”
“Jika dia berhasil menjaga Coventry tetap di Liga Primer, itu akan jadi pencapaian yang luar biasa, seperti yang dilakukan Sunderland tahun ini, mengingat anggaran mereka yang terbatas. Mereka bukan klub yang sering naik turun antara Liga Primer dan Championship, dan skuad mereka juga tidak dipenuhi pemain berpengalaman di Liga Primer. Saya rasa dia akan menuntaskan tantangan itu. Meski begitu, sebagai penggemar Fulham, saya tak bisa memungkiri bahwa saya akan senang jika dia datang ke Craven Cottage. Maaf, para penggemar Coventry.”
Sementara Lampard mungkin sulit untuk direkrut, pasar taruhan menunjukkan bahwa Fulham bisa saja mengalihkan fokus kepada Kieran McKenna, pelatih yang membawa Ipswich Town kembali ke Liga Primer setelah sekian lama berjuang di Championship.
Waktu masih berpihak pada Fulham untuk menemukan pelatih baru, namun mereka tentu ingin segera menunjuk seseorang sebelum bursa transfer musim panas dibuka pada 15 Juni, empat hari sebelum jadwal pertandingan musim 2026-27 dirilis.