SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Pemerintah Kota Prabumulih, A. Darmadi, S.Pd., mengimbau seluruh masyarakat yang anaknya tak lulus tahap pertama dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah hendaknya bersiap mengikuti tahap kedua.
Jika tahap pertama PPDB merupakan jalur mutasi (ikut orang tua mutasi pekerjaan), prestasi dan jalur afirmasi atau siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu serta penyandang disabilitas, tahap kedua yakni jalur domisili atau sering disebut zonasi dan jalur Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Bagi masyarakat yang anaknya belum masuk PPDB tahap pertama yakni jalur mutasi, prestasi dan afirmasi agar tidak berkecil hati karena bisa mengikuti PPDB tahap kedua yakni jalur domisili dan TKA, silakan didaftarkan anaknya," ungkap Darmadi kepada wartawan.
Darmadi mengatakan untuk PPDB tahap kedua jalur domisili dan TKA mulai dibuka pada 15-16 Juni 2026 mendatang dan pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak lupa untuk mendaftarkan anaknya sehingga bisa masuk sekolah.
Baca juga: Dibuka Hari Ini! Panduan Daftar PPDB Jalur Zonasi SD/SMP Palembang 2026, Ini Cara Ukur Jarak Rumah
"Untuk domisili sudah ada ketentuannya misal di SMPN 1 itu sudah ada areal domisili sekitar sekolah tersebut, begitu juga sekolah lainnya," katanya.
Terkait banyaknya pertanyaan masyarakat mengapa kuota penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah dikurangi, Darmadi menuturkan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka formasi PPDB jumlahnya berdasaskan jumlah yang ada di tiap sekolah.
"Misal di SMP Negeri 1 jumlah kelas yang ada dua puluh dua kelas, artinya 3 tahun ke depan sekolah itu tidak boleh lagi masuk siang, sehingga diatur untuk tahun ini cuma boleh menerima tujuh kelas, tahun depan tujuh kelas dan tahun depannya lagi delapan kelas sehingga pas dua puluh dua kelas dan tidak ada lagi pelajar masuk siang," katanya.
Dengan formasi tersebut maka t3 tahunkedepan siswa diterima sesuai dengan jumlah ruang kelas dan tidak ada lagi siswa yang masuk belajar siang. "Itulah alasan kenapa formasi penerimaan diatur sesuai dengan ruangan yang ada, itulah penyebab di sekolah-sekolah ada pengurangan jumlah menerima siswa," lanjutnya.
Disinggung banyak orang tua mengeluh anaknya tak bisa masuk sekolah, Darmadi mengaku Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) sudah menghitung bahwa apabila perserta didik tidak masuk sekolah negeri maka ada sekolah swasta yang bisa menampung mereka.
"Memang untuk menyekolahkan anak ke swasta itu perlu biaya tambahan, nanti di tanggal 17-18 pengumuman akan diketahui berapa banyak siswa tidak tercover," lanjutnya.
Bagi para siswa yang tidak tercover tersebut, lanjut Darmadi akan diupayakan pihaknya untuk masuk sekolah negeri lainnya walaupun jaraknya cukup jauh.
"Contoh sekolah yang selalu kurang siswa baru setiap tahunnya itu seperti SMP Negeri 7 yang setiap tahunnya di sekolah ini hhampir dua puluh lima orangtak terpenuhi kuota, lalu SMP Negeri 6 yang tahun lalu ssebanyak lima puluh orangtak terpenuhi kuota," terang Darmadi.
Baca juga: Link Daftar Ulang PPDB Jalur Afirmasi SD/SMP Palembang 2026 Lengkap dengan Cara Registrasinya!
Untuk diketahui, sejak beberapa waktu lalu banyak orang tua kebingungan memasukkan anaknya sekolah lantaran setiap sekolah di Kota Prabumulih mengurangi jumlah siswa diterima.
Keluhan banyak orang tua itu lantaran jika tidak lulus sekolah negeri maka untuk memasukkan anak ke sekolah swasta tidak mampu karena biaya mahal.
"Kalau anak kita tidak masuk negeri, bingung mau memasukkan swasta karena bayaran mahal. Bagaimana mau bayar, untuk hidup sehari-hari saja kami susah," kata Dian ketika dibincangi wartawan.