500 Tahun Jakarta, Prasetyo Edi Ingatkan Kota Global Tak Cukup Dibangun Gedung Pencakar Langit
Dodi Hasanuddin June 12, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2024, Prasetyo Edi Marsudi, mengingatkan bahwa keberhasilan Ibu Kota di masa depan tidak cukup diukur dari pesatnya pembangunan fisik maupun menjamurnya gedung-gedung tinggi.

Menurut Prasetyo, Jakarta harus mulai menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama jika ingin mewujudkan diri sebagai kota global yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Perayaan 500 Tahun Jakarta, Tim Khusus Garap Agenda Sepanjang Tahun 2027

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo saat merefleksikan perjalanan pembangunan Jakarta setelah satu dekade memimpin DPRD DKI Jakarta.

“Jadi yang pertama soal pembangunan manusia sebagai fondasi kemajuan Jakarta. Ini nggak bisa cuma diukur dari infrastruktur dan gedung pencakar langit. Tapi bagaimana kualitas sumber daya manusianya," ujar Prasetyo di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Selama menjabat Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo mengaku menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan kesehatan.

Kedua bidang tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Jakarta di masa depan.

Selain pembangunan manusia, Prasetyo juga menyoroti pentingnya pengembangan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang mengatasi kemacetan yang selama puluhan tahun menjadi persoalan klasik Ibu Kota.

Dia menilai integrasi antarmoda transportasi massal yang saat ini terus dikembangkan sudah berada di jalur yang tepat.

Baca juga: Anjungan DKI Jakarta Direvitalisasi Jelang 500 Tahun Jakarta

Namun, upaya tersebut masih harus diperkuat agar semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

"Sebab saya percaya kalau ini sudah optimal baik semua nggak ada lagi yang mau pakai kendaraan pribadinya. Semuanya naik transportasi umum," katanya.

Di sektor lingkungan, Prasetyo mengakui persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan selama dirinya memimpin DPRD.

Karena itu, dia mendorong program normalisasi sungai dan penataan kawasan bantaran untuk terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir Jakarta.

Meski demikian, ia melihat upaya pengurangan titik-titik genangan mulai menunjukkan perkembangan positif.

"Tapi saya lihat Mas Pram concern sekali dan titik-titik banjir kita bisa lihat sudah mulai berkurang. Intinya penataan kawasan bantaran perlu terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

Baca juga: Kick Off 500 Tahun Jakarta Bakal Diputar di Kota Tua pada Malam Tahun Baru, Apa Saja Keseruannya?

Prasetyo juga menilai isu lingkungan harus menjadi prioritas yang semakin diperkuat menjelang Jakarta memasuki usia lima abad.

Menurut dia, status kota global yang disandang Jakarta harus diikuti dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Penambahan ruang terbuka hijau, pengendalian polusi udara, hingga modernisasi sistem pengelolaan sampah dinilai harus menjadi agenda utama pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, keberhasilan agenda tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

"Kalau pemerintah sudah seperti itu, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan partisipasi yang aktif," ungkapnya.

Selain pembangunan fisik dan lingkungan, Prasetyo menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang terbuka, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Kata dia, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat transparansi serta akuntabilitas pemerintahan, termasuk dalam penyelenggaraan fungsi legislatif.

Prasetyo menyebut keterbukaan informasi di DPRD DKI Jakarta mulai diterapkan sejak dirinya menjabat pada 2015 dan perlu terus ditingkatkan pada masa mendatang.

"Dan saya yakin di kepemimpinan Mas Pram dan Pak Ketua DPRD yang baru ini transparansi dan akuntabilitas dapat semakin optimal dan dapat merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan efisien," imbuhnya.

Menutup refleksinya, Prasetyo menegaskan bahwa momentum 500 tahun Jakarta harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

Dia berujar, masa depan Jakarta akan ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kota yang maju, inklusif, ramah lingkungan, dan mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

"Keberhasilan Jakarta ke depan ditentukan oleh kemampuan kita membangun kota yang maju, inklusif, berkelanjutan, dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warganya," pungkas Prasetyo.


JELANG 5 ABAD JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2024, Prasetyo Edi Marsudi saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Dia mengingatkan bahwa keberhasilan Ibu Kota di masa depan tidak cukup diukur dari pesatnya pembangunan fisik maupun menjamurnya gedung-gedung tinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.