Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang anggota polisi satuan anti huru-hara (kidōtai) Prefektur Nagano meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat bertugas mengarahkan sebuah truk di fasilitas kepolisian, Kamis pagi (11/6/2026).
Korban adalah seorang polisi pria berusia 27 tahun yang berdinas di satuan anti huru-hara Kepolisian Prefektur Nagano.
Menurut keterangan kepolisian Prefektur Nagano kepada Tribunnews.com, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 pagi di fasilitas satuan anti huru-hara yang berada di kawasan Matsushiro, Kota Nagano.
Saat itu sebuah truk milik satuan anti huru-hara dengan kapasitas 8 ton sedang mundur untuk masuk ke dalam garasi setelah selesai menjalani pemeriksaan rutin.
Korban bertugas mengarahkan pergerakan truk dari bagian belakang kendaraan.
Namun dalam proses tersebut, korban terjepit di antara truk yang sedang mundur dan rak penyimpanan ban yang berada di dalam garasi.
Baca juga: Truk Trailer hingga Tangki BBM Terlibat Kecelakaan di Jawa Timur, Empat Orang Tewas
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat pada bagian perut dan segera dilarikan ke rumah sakit di Kota Nagano.
Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Polisi tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar empat jam setelah kejadian.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa truk yang terlibat dalam kecelakaan tidak dilengkapi dengan kamera monitor belakang (back monitor).
Saat insiden terjadi, kendaraan dikemudikan oleh anggota polisi pria berusia 33 tahun.
Pengemudi tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.
Kepolisian Prefektur Nagano saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara rinci penyebab kecelakaan, termasuk prosedur keselamatan yang diterapkan saat kendaraan besar diparkir di dalam fasilitas kepolisian.
Insiden ini mengejutkan lingkungan kepolisian setempat karena terjadi di area internal kepolisian dan menimpa anggota yang sedang menjalankan tugas rutin.
Pihak Kepolisian Prefektur Nagano belum mengungkap identitas korban kepada publik dan menyatakan akan meninjau kembali prosedur keselamatan operasional kendaraan berat guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com