TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar terus berupaya mendongkrak budaya literasi masyarakat.
Melalui program bertajuk Krama Denpasar, kini disediakan ruang kreatif bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat menulis sekaligus memperkuat ekosistem membaca di Kota Denpasar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, menjelaskan bahwa Krama Denpasar hadir sebagai salah satu terobosan layanan perpustakaan berbasis digital yang memberi panggung luas bagi publikasi karya tulis warga.
Baca juga: Ruang Kelas Rusak, Siswa SDN Dawan Kaler Klungkung Belajar di UKS dan Perpustakaan
“Krama Denpasar menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan menulis. Melalui program ini kami ingin meningkatkan budaya gemar membaca dan literasi masyarakat, khususnya di bidang tulis-menulis,” kata Cok Partha, Kamis 11 Juni 2026.
Tidak sekadar memfasilitasi tempat publikasi, pemerintah kota juga memberikan bentuk apresiasi.
Baca juga: DINAS Kearsipan & Perpustakaan Klungkung Gelar Lomba Perpustakaan Desa, Motivasi Desa Kembangkan
Setiap karya warga yang berhasil lolos dari proses kurasi akan mendapatkan honorarium sebesar Rp200.000 per tulisan.
Saat ini, program tersebut menayangkan 24 tulisan terpilih setiap bulannya melalui layanan e-perpustakaan.
Masyarakat luas dapat mengakses dan membaca karya-karya ini secara gratis melalui situs resmi Pustaka Jaya Denpasar.
Baca juga: Dispusar Gelar Bimtek Pengelolaan Perpustakaan SD Se-Kabupaten Gianyar
Untuk menjaga keberlanjutan regenerasi penulis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar juga rutin menggelar pelatihan singkat menulis cerpen yang menyasar pelajar, guru, hingga masyarakat umum.
Kegiatan edukatif ini diintegrasikan dengan agenda tahunan Gebyar Literasi (GELIS) Kota Denpasar.
Melalui stimulus ini, Cok Partha berharap masyarakat Denpasar tidak ragu untuk memanfaatkan platform Krama Denpasar sebagai sarana mengasah kemampuan emosional dan intelektual mereka lewat tulisan.
"Melalui Krama Denpasar, kami ingin semakin banyak masyarakat yang berani menulis dan berkarya, sehingga ekosistem literasi di Kota Denpasar terus berkembang pesat," katanya. (*)