Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Pihak Kepolisian dari Polres Manggarai Timur, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat melakukan penanganan terhadap peristiwa ayah dan anak di Manggarai Timur ditemukan meninggal dunia di dalam rumah di kampung Lawir, desa Golo Lero, kecamatan Lamba Leda Timur, Kamis 11 Juni 2026 sekitar pukul 16:30 Wita
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR, melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri, kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 12 Juni 2026 pagi, mengungkap kronologi dan dugaan penyebab kematian ayah dan anak tersebut.
Zacky menerangkan, identitas dari ayah dan anak yang ditemukan meninggal dunia dalam rumah mereka itu. Ayah berinisial YGRD (34) dan anaknya berinisial ABZD (7).
Baca juga: Ayah dan Anak di Manggarai Timur Ditemukan Tewas dalam Rumah, Polisi Turun ke TKP
Zacky juga menerangkan kronologi berdasarkan hasil olah TKP dan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) keterangan dari para saksi yakni NM ibu kandung korban, DSNA adik kandung korban, dan AA tetangga korban yang pertama kali melihat kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah mereka.
Keterangan dari NM, ia bersama anaknya DSNA yang merupakan adik kandung dari korban YGRD pergi ke Borong sejak pagi hari dan pulang kembali pada pukul 16.00 Wita.
Ketika sampai di rumah, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, kemudian mereka memanggil kedua korban, namun tidak kunjung mendapat jawaban.
NM ibu kandung korban, kemudian merasa curiga dan mengintip ke dalam rumah melalui jendela kamar dan melihat korban ABZD dalam posisi terbaring di atas tempat tidur.
Kemudian NM dan DSNA memanggil saksi AA untuk membantu membongkar jendela agar bisa masuk ke dalam rumah.
Setelah dibongkar kemudian AA masuk dan membukakan pintu depan dan ketika masuk di dalam rumah, para saksi menemukan kedua korban sudah tak bernyawa.
Melihat kejadian tersebut NM berteriak dan memanggil warga sekitar untuk menghubungi pihak Kepolisian dan tenaga medis terdekat.
Mendengar laporan tersebut Anggota Bhabinkamtibmas dan Petugas Puskesmas Lawir langsung bergerak cepat ke lokasi TKP.
Zacky juga menerangkan, selanjutnya kedua jenazah korban dilakukan pemeriksaan yang dilakukan oleh Petugas medis Puskesmas Lawir terhadap fisik jenazah korban dimana korban YGRD meninggal dunia murni akhiri hidupnya sendiri.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ayah dan Anak di Manggarai Timur Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Rumah
Sedangkan, anaknya berinisial ABZD dari hasil Visum Et Repertum yang dilakukan oleh pihak medis yakni dr. Netralman TN Bulolo pada tubuh korban yakni pelipis kanan korban terdapat lebam dan pada hidung korban terdapat cairan.
Diagnosa dokter, bahwa korban meninggal karena kekurangan oksigen diduga korban di bekap oleh ayahnya yaitu korban YGRD hingga korban tidak bernafas dan meninggal dunia.
Diduga Depresi Karena Digugat Cerai Istrinya
Zacky menerangkan, diduga korban YGRD sebelum akhiri hidupnya sendiri, terlebih dahulu membunuh korban ABZD yang merupakan anaknya.
Zacky juga menerangkan, penyebab korban YGRD mengakhiri hidupnya sendiri dan mengakhiri hidup anaknya ABZD diduga karena korban merasa depresi permasalahan dalam keluarga yang mana saat ini YGRD sedang dalam masa gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istrinya.
Zacky juga menerangkan, sejak permasalahan keluarga yang dialami, korban dan istri sudah tidak tinggal serumah, yang kemudian korban YGRD memutuskan untuk membawa korban ABZD kembali ke kampung ke rumah orang tuanya.
Semenjak itu, korban ABZD sudah tidak bersekolah lagi karena diketahui bahwa korban ABZD sebelumnya bersekolah di salah satu sekolah dasar di Kota Borong.
Polisi Olah TKP
Sebelumnya, pihak kepolisian dari Polres Manggarai Timur saat ini sedang mendalami terkait kematian seorang ayah dan anaknya di Kampung Lawir, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis 11 Juni 2026 malam.
Ada pun seorang ayah berstatus ASN berprofesi sebagai perawat di RSUD Borong bersama anaknya berusia sekitar 6 tahun ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka di Kampung Lawir, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis 11 Juni 2026 sore.
"Selamat malam, anggota lagi turun TKP untuk melakukan pulbaket. Kalau sudah lengkap saya share (kirim),"ujarnya.
Camat Lamba Leda Timur Rikardus Ronaldo Yasmin saat dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, Kamis 11 Juni 2026 malam, menerangkan, kedua korban ditemukan sekitar pukul pukul 16.30 Wita. Kedua korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dengan membongkar jendela rumah.
Camat Aldo juga tidak mengetahui apa penyebab ayah dan anak ditemukan meninggal dunia. Keduanya untuk sementara diduga akhiri hidup mereka sendiri.
Ditanya apa motifnya, kata Camat Aldo, belum diketahui motif sebenarnya hingga ayah dan anak diduga akhiri hidup mereka sendiri. Saat ini kata Camat Aldo, pihak kepolisian dari Polres Manggarai Timur sedang berada di lokasi untuk mendalami terkait peristiwa ini.
"Sampai saat ini belum diketahui motif dalam peristiwa ini, sementara ini masih didalami oleh pihak berwajib saat ini pihak berwajib sudah di lokasi,"ujar Camat Aldo.
Camat Aldo juga mengatakan, korban berstatus ASN berprofesi sebagai perawat di RSUD Borong. Sedangkan istrinya juga berstatus ASN dan berprofesi sebagai bidan di RSUD Borong.
Catatan Penting:
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan profesional.
Berikut adalah panduan dan sumber bantuan yang dapat diakses:
Panduan Pencegahan Bunuh Diri (Jangan Putus Asa)
Jika Anda merasa putus asa, ingatlah bahwa depresi dan gangguan kejiwaan dapat disembuhkan dengan bantuan profesional kesehatan mental.
Cari Bantuan Profesional: Segera hubungi psikolog atau psikiater.
Bercerita pada Orang Terpercaya: Jangan memendam masalah sendiri. Ceritakan beban Anda kepada sahabat, keluarga, atau orang yang Anda percayai.
Hindari Kesepian: Saat pikiran negatif muncul, usahakan berada di sekitar orang lain atau hubungi seseorang.
Sumber Bantuan di Indonesia
Into The Light Indonesia: Komunitas pencegahan bunuh diri. Anda dapat mencari informasi atau dukungan melalui situs mereka di www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri.
Layanan Sejiwa 119: Layanan konseling krisis kesehatan jiwa yang disediakan oleh Kemenkes (dapat dihubungi melalui telepon 119).
Rumah Sakit Jiwa atau Puskesmas: Fasilitas kesehatan terdekat biasanya memiliki layanan psikolog atau psikiater.
Tanda-tanda Bahaya (Perlu Waspada)
Jika orang terdekat menunjukkan tanda-tanda ini, mohon berikan perhatian khusus:
Membicarakan tentang keinginan mati atau bunuh diri.
Mengisolasi diri dari teman dan keluarga.
Menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis.
Mengungkapkan rasa putus asa atau tidak memiliki jalan keluar.
Bunuh diri bukanlah jalan keluar dan ada banyak pihak yang peduli serta bersedia membantu Anda melewati masa sulit.(rob)