Belanda Punya Kita! Raja Negeri Hitu Lama Yakin Oranje 'Bunu Rata' Lawan di Piala Dunia 2026
Fandi Wattimena June 12, 2026 09:52 AM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dukungan terhadap Tim Nasional Belanda masih begitu kuat di Maluku. 

Bagi sebagian masyarakat, Oranje buka sekedar tim sepak bola, melainkan bagian dari sejarah dan identitas yang terhubung melalui jejak panjang para pemain berdarah Maluku yang pernah mengharumkan nama Belanda di pentas dunia. 

Semangat itu salah satunya datang dari Raja Negeri Hitu Lama, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Salhana Pelu, yang terbuka menyatakan keyakinannya akan Timnas Belanda akan mengakhiri penantian panjang dan menjuarai Piala Dunia 2026.

Menurut Salhana, kecintaannya kepada tim Oranje telah tumbuh sejak masa kecil saat pertama kali mengenal sepak bola melalui ajang Euro dan Piala Dunia. 

Kehadiran pemain-pemain keturunan Maluku di Skuad Belanda menjadi alasan utama loyalitasnya yang tak pernah pudar hingga saat ini. 

“Saya adalah salah satu orang yang fanatik tim oranye Belanda. Sejak kecil ketika mulai mengenal dunia sepak bola, menonton Euro maupun Piala Dunia, saya sudah melihat ada nama orang Ambon atau orang Maluku yang tampil di Timnas Belanda, yaitu Simon Tahamata. Beliau adalah salah satu idola saya di waktu itu,”cerita Salhana. 

Baca juga: Dari Maradona hingga Messi, Waka I DPRD SBT Setia tuk Argentina

Baca juga: Bendera Belanda Terbentang di Tengah Colour Fun Walk dan Konvoi Damai Piala Dunia 2026 di Ambon

Memang, bagi masyarakat Maluku, Tim Belanda memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta sepak bola. 

Hubungan emosional itu terbangun dari generasi ke generasi melalui kiprah sejumlah pemain berdarah Maluku yang pernah membela tim Oranje. 

Setelah era Simon Melkianus Tahamata, muncul nama-nama besar seperti Roy Makaay dan Giovanni Van Bronckhorst yang sukses mengukir prestasi di level internasional. 

Kini, kebanggaan itu kembali hadir melalui sosok Tijjani Reijnders yang menjadi salah satu andalan di lini tengah Belanda. 

Salhana menilai, keberadaan para pemain keturunan Maluku tersebut menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. 

“Dari masa ke masa selalu ada orang Maluku yang tampil membela Belanda. Ada Roy Makaay, Giovanni Van Bronsckhorst, sekarang ada Tijjani Reijnders dan masih banyak lagi. Itu menjadi kebanggaan bagi kami sampai saat ini,” sebutnya tersenyum. 

Menurutnya, kiprah para pemain berdarah Maluku di panggung sepak bola dunia membuktikan bahwa anak-anak Maluku mampu bersaing dan bersinar di level tinggi. 

Optimistis Ronald Koeman Putus Kutukan Oeanje

Meski dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola dunia dengan filosofi Total Football yang mendunia, Belanda masih menyimpan luka lama karena belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. 

Berkali-kali tampil di partai final pada 1974, 1978, dan 2010, Oranje harus puas menjadi Runner-up.

Namun bagi Salhana, kisah tersebut akan berakhir pada Piala Dunia 2026.

Ia percaya, pelatih Ronald Koeman mampu membangun generasi baru Belanda yang cukup kuat untuk memutuskan stigma sebagai “tim penghibur” dan membawa pulang gelar juara dunia pertama dalam sejarah mereka. 

“Saya yakin sungguh, kali ini Ronald Koeman dengan sentuhan Total Fotball yang diramunya kepada para pemain akan membuat Belanda memecahkan kutukan sebagai tim penghibur. Kutukan itu akan sirna pada 2026 dan piala dunia akan ke Belanda,” tegasnya penuh keyakinan dan tersenyum tipis. 

Optimisme tersebut menurutnya, lahir dari kombinasi pemain muda dan senior yang saat ini dimiliki Belanda yang dinilai memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara peserta piala dunia kali ini. 

Piala Dunia Kali Ini Punya Kita, Punya Belanda

Keyakinan Salhana terhadap peluang Belanda bahkan tak tergoyahkan. 

Dengan penuh semangat, ia mengajak seluruh pendukung Oranje di Maluku untuk menyambut perjalanan kemenangan tim kesayangannya menuju piala dunia 2026 dengan optimisme tinggi.

“Saya menghimbau kepada masyarakat di negeri ini, negeri negeri tetangga, maupun yang ada di kota Ambon, karena piala dunia kali ini punya kita punya Belanda. Jadi setiap pertandingan pasti menang karena targetnya jelas Belanda harus juara dunia,“ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya optimisme para pendukung Oranje di Maluku yang selama ini setia menanti momen Belanda mengangkat trofi paling bergengsi dalam dunia sepak bola.

Meski penuh semangat mendukung tim favoritnya, Salhana juga mengingatkan para pendukung Belanda agar tetap menjaga ketertiban saat merayakan kemenangan.

Menurutnya, euforia sepak bola harus tetap diiringi sikap saling menghormati dan tidak saling mengganggu aktivitas masyarakat lain.

“Saya berharap para pendukung Belanda dalam menyambut setiap kemenangan dilakukan dengan sukacita, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang lain,”pesannya.

Menutup pernyataannya, Salhana kembali menunjukkan keyakinan besar bahwa Belanda akan tampil dominan di Piala Dunia 2026. 

“Kali ini Belanda akan sapu rata siapa pun yang melawan mereka. Sapu rata,” katanya penuh semangat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.