Penjelasan Peringkat Posisi Ketiga di Piala Dunia: Apakah Satu Kemenangan Cukup untuk Lolos?
Dewi Rahayu June 12, 2026 10:07 AM

Salah satu hal yang masih menjadi tanda tanya besar dalam Piala Dunia pertama dengan format 48 tim adalah kekacauan yang mungkin terjadi di tabel peringkat posisi ketiga.

Piala Dunia kali ini akan memiliki 12 grup yang masing-masing terdiri dari empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak berikutnya, bersama dengan delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Format ini serupa dengan yang digunakan dalam tiga edisi terakhir Kejuaraan Eropa, meskipun turnamennya hanya diikuti 24 tim.

Masih ingat Portugal pada tahun 2016? Mereka akhirnya keluar sebagai juara setelah finis di posisi ketiga grup dengan tiga hasil imbang dari tiga pertandingan.

Apakah kita bisa melihat hal serupa terjadi lagi di tahun 2026? Itu sangat bergantung pada apa yang dibutuhkan untuk lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik...

Apakah satu kemenangan cukup untuk lolos?

Format di Euro memberi sedikit gambaran. Empat poin (satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan) hampir pasti cukup untuk meloloskan tim. Namun, satu kemenangan saja sering kali tidak cukup untuk melaju.

Pada Euro 2016, tim peringkat ketiga seperti Turki dan Albania tersingkir meskipun keduanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan, dengan total tiga poin.

Pada Euro 2020, Finlandia dan Slovakia juga finis di posisi ketiga dengan satu kemenangan dan dua kekalahan, tetapi tiga poin tidak cukup untuk lolos.

Dan di Euro 2024, Hungaria tersingkir dengan tiga poin, sementara Slovenia berhasil ‘melakukan seperti Portugal’ dan melaju ke babak berikutnya meski hanya meraih tiga hasil imbang tanpa kemenangan.

Portugal terkenal karena berhasil menjuarai Euro meski tidak memenangkan satu pun pertandingan grup mereka (AFP/Getty Images).

Angka ajaib untuk selisih gol

Berdasarkan contoh dari turnamen-turnamen Euro sebelumnya, peringkat tim posisi ketiga akan ditentukan oleh selisih gol.

Pada tahun 2016, Turki dan Albania tersingkir karena menyelesaikan fase grup dengan selisih gol -2. Sementara itu, Portugal dan Irlandia Utara lolos dengan tiga poin dan selisih gol seimbang.

Pada Euro 2020, Finlandia juga tersingkir dengan selisih gol -2, sedangkan Ukraina melaju dengan tiga poin dan selisih gol -1.

Dan di tahun 2024, Hungaria gagal lolos karena selisih gol -3, meskipun mereka mengalahkan Skotlandia dalam pertandingan terakhir.

Hungaria tersingkir meski mengalahkan Skotlandia untuk mengoleksi tiga poin (Getty).

Dengan demikian, angka ajaib untuk bisa melaju kemungkinan besar adalah tiga poin ditambah selisih gol setidaknya -1 — semakin baik selisihnya, tentu semakin besar peluang lolos.

Secara teori, hal ini berarti tim harus memenangkan satu pertandingan, dan menjaga agar kekalahan di dua laga lainnya tidak lebih dari satu gol.

Namun demikian, strategi ini sangat berisiko dan akan membuat tim berada di ambang eliminasi, bergantung pada hasil dari grup lain.

Selain itu, sangat kecil kemungkinan tim gagal lolos jika finis di posisi ketiga dengan empat poin — yakni satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Demikian pula, peluang untuk lolos hanya dengan dua poin — satu hasil imbang dan dua kekalahan — hampir tidak ada.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.