TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Nasib malang menimpa, Dela Margareta Puspita Ningrum, warga Dusun Grogolan, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
Perempuan berusia 20 tahun itu ditemukan warga tergeletak tak berdaya dengan luka serius di kepala dan lengan di jalan area persawahan Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom.
Diduga Dela menjadi korban pembacokan. Pelakunya, sementara belum diketahui.
Kepala Desa (Kades) Sonobekel Sentot Rudi Prasetiono, mengatakan korban merupakan warganya.
Baca juga: Askot PSSI Kota Kediri Harap Euforia Piala Dunia Jadi Obat Kecanduan Gadget Anak
Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah ini berlangsung pada Kamis (11/6/2026) sekira pukul 19.30 WIB.
"Saya mendapat laporan warga mengenai kejadian itu sekitar sejam lebih setelahnya atau pukul 21.00 WIB. Mendapat laporan, saya langsung ke lokasi, hanya saja korban sudah dievakuasi ke rumah sakit," katanya, Jumat (12/6/2026). Usai kejadian, warga yang mendapati korban terluka gercep memberikan pertolongan.
Sentot menyebut, korban mengalami luka sayatan diduga akibat serangan benda tajam yang dilepaskan pelaku. Luka itu berada di lengan kiri dan kepala korban.
"Kejadian ini sedang ditangani pihak kepolisian," sebut Sentot.
Dia mengungkapkan, pelaku yang tega melukai korban belum diketahui secara pasti. Sentot juga tidak mau berspekulasi mengenai pelaku.
Di sisi lain, sepengetahuannya, tidak ada barang milik korban yang hilang. Motor korban, yakni Honda Beat teronggok di lokasi kejadian.
"Mengenai pelaku, kami tidak ingin berspekulasi apakah mengenal korban atau tidak. Yang mengungkap pelaku wewenang penuh kepolisian. Tetapi korban baru melangsungkan pernikahan," jelasnya.
Ia membeberkan, sebelum kejadian, beberapa warga sempat melihat sekilas dua motor melintas menuju arah tempat kejadian.
Tak berlangsung lama, warga mendengar pekikan minta tolong.
Baca juga: Sentot Djamaluddin Kembali Pimpin PKB Kabupaten Kediri, Rangkul Gen Z dan Target 13 Kursi di 2029
Mendengar itu, warga bergegas mendatangi sumber suara.
Rupanya, teriakan itu berasal dari korban yang sudah dalam kondisi berlumuran darah.
"Ada warga melihat dua sepeda motor menuju arah lokasi (kejadian)," tutupnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)