SURYA.co.id, KEDIRI – Gelaran Piala Dunia 2026, atmosfer antusiasme tidak hanya terasa di kalangan pecinta sepak bola dewasa.
Di Kota Kediri, ajang empat tahunan ini dipandang sebagai peluang emas untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari layar gadget menuju lapangan hijau.
Ketua Askot PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menegaskan bahwa Piala Dunia bisa menjadi momentum kebangkitan minat olahraga di kalangan generasi muda.
“Piala Dunia nanti banyak pertandingan yang berlangsung pagi hari. Saya berharap ini bisa menimbulkan keinginan yang luar biasa bagi adik-adik untuk tetap bermain sepak bola dan memiliki minat yang lebih besar terhadap olahraga ini,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Jumat (12/6/2026).
Di tengah fenomena kecanduan game digital, Tomi melihat sepak bola sebagai alternatif sehat dan produktif.
Baca juga: Prediksi Skor Meksiko Vs Afrika Selatan 2-1 dari Coach Widodo, Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Tayangan pertandingan kelas dunia diyakini mampu menghadirkan sosok panutan sekaligus motivasi.
“Tidak dipungkiri anak-anak sekarang banyak yang kecanduan gadget dan game. Dengan adanya Piala Dunia ini, mudah-mudahan mereka bisa menyaksikan pertandingan dan muncul antusiasme untuk mencoba bermain sepak bola,” terangnya.
Lebih jauh, ia berharap anak-anak tidak berhenti sebagai penonton.
“Kalau anak-anak mulai tertarik menonton, saya berharap mereka tidak berhenti sebagai penonton saja, tetapi juga mau turun ke lapangan dan mencoba bermain sepak bola,” tambahnya.
Selain bicara soal dampak sosial, Tomi juga mengungkap prediksinya. Ia menjagokan Prancis sebagai kandidat juara.
“Kalau menurut saya Prancis. Dari segi materi pemain, permainan, dan fisiknya, mereka sangat kuat. Saya melihat ini menjadi momen emas bagi Prancis,” ungkapnya.
Untuk wakil Asia, harapannya tertuju pada Jepang.
“Jepang luar biasa. Mudah-mudahan bisa berprestasi dan melangkah lebih jauh di Piala Dunia,” tuturnya.