TRIBUN-SULBAR.COM – Universitas Hasanuddin (Unhas) menutup pendaftaran Jalur Seleksi Mandiri (JSM) berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Jumat (12/6/2026).
Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta yang telah mendaftar dijadwalkan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) pada 17–18 Juni 2026 di Kampus Unhas, Makassar.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 23 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan proses pendaftaran ulang mulai 24 Juni hingga 10 Juli 2026.
Baca juga: Isak Tangis Jemaah Haji Mamuju, Pulang dari Tanah Suci Disambut Duka Suami Wafat
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 Halaman 191, Cerita Menyelamatkan Adik di Dapur
Kasubdit Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas, Nurul Ichsani, menjelaskan penilaian pada jalur ini dilakukan berdasarkan dua komponen utama, yakni nilai UTBK-SNBT 2026 dan nilai TPA yang diselenggarakan Unhas.
“Penilaian terhadap peserta JSM UTBK dilakukan berdasarkan skor nilai UTBK-SNBT 2026 dan satu nilai materi ujian yang diselenggarakan oleh Unhas,” ujarnya.
Dengan skema tersebut, peserta jalur mandiri ini merupakan calon mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Di sisi lain, Unhas juga telah melaksanakan tahapan wawancara untuk Jalur Program Pembinaan Bakat Kepemimpinan bagi Ketua OSIS dan Jalur Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK).
Wawancara yang digelar sebelumnya diikuti 194 peserta dengan melibatkan 81 dosen pewawancara.
Rinciannya, jalur Ketua OSIS diikuti 60 calon mahasiswa jenjang sarjana dan dua peserta program D4. Sementara jalur POSK diikuti 129 calon mahasiswa jenjang sarjana dan tiga peserta D4.
Menurut Nurul, tahapan wawancara menjadi ruang untuk melihat potensi peserta yang tidak selalu tercermin melalui nilai akademik.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan seluruh proses penerimaan mahasiswa baru disusun mengacu pada aturan yang berlaku.
“Aturan kita terapkan semaksimal mungkin sehingga ada rasa keadilan dan akuntabel,” kata dia.
Unhas menetapkan kuota jalur mandiri sebanyak 2.242 mahasiswa baru atau sekitar 19,29 persen dari total daya tampung.
Jumlah tersebut masih berpotensi berubah menyesuaikan proses pendaftaran ulang jalur SNBT yang masih berlangsung.(*)