TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang tergabung dalam Kloter 12 tahun ini menyisakan kisah haru.
Di tengah suasana kepulangan yang biasanya dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan, seorang jamaah perempuan harus menerima kenyataan pahit setelah suaminya, Amran, meninggal dunia dua hari sebelum dirinya kembali ke Indonesia.
Kabar duka itu dibenarkan rekan satu rombongan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi, H. Andi Saiful Rauf.
Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi Naik, BEM FH Unika: Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Mekanisme Pasar!
Baca juga: Pendaftaran Jalur Seleksi Mandiri Unhas Ditutup Hari Ini, Ini Jadwal Tes dan Pengumuman
Ia mengatakan informasi meninggalnya suami jamaah tersebut diterima menjelang jadwal kepulangan rombongan ke Tanah Air.
“Iya, beliau teman satu rombongan saya. Dua hari sebelum kami pulang, kami mendapat kabar bahwa suami beliau meninggal dunia,” ujar Andi Saiful saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Rombongan jamaah haji Mamuju tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Rabu, 10 Juni 2026.
Karena situasi duka yang dialami, keluarga menjemput langsung jamaah tersebut di bandara menggunakan kendaraan pribadi agar dapat segera menuju rumah duka di Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.
Menurut Andi Saiful, jamaah tersebut tidak mengikuti agenda pelepasan resmi di embarkasi maupun perjalanan menggunakan bus bersama rombongan.
Setibanya di rumah duka, suasana haru tak terhindarkan.
Tangis keluarga pecah saat jemaah tersebut turun dari kendaraan dan berjalan memasuki rumah didampingi kerabat.
Ia tampak masih mengenakan pakaian khas jemaah haji Bugis-Mandar berwarna merah muda yang sebelumnya disiapkan untuk momen kepulangan.
Di dalam rumah, keluarga dan kerabat bergantian memeluk serta menguatkan dirinya di tengah suasana duka yang menyelimuti kepulangan tersebut.(*)