Jakarta (ANTARA) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III menggagas peluang penyesuaian kurikulum bidang komunikasi dan jurnalisme agar selaras dengan kebutuhan riil industri media modern.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar di sela-sela audiensi di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat menilai kurikulum di perguruan tinggi saat ini memerlukan penyesuaian agar materi yang diajarkan di kampus dapat langsung diserap oleh dunia usaha media melalui program link and match.

​Benny mengungkapkan, perguruan tinggi dituntut memasukkan standar kompetensi baru di era digital seperti jurnalisme pembuat konten (content creator journalism), jurnalisme data (data journalism), hingga pemahaman lanskap media global.

"Misalnya, bagaimana masalah-masalah kurikulum sekarang, khusus dalam bidang komunikasi, jurnalisme, itu sudah sangat tidak relevan lagi untuk program link and match. Sehingga apa yang diajarkan di kampus tidak begitu cepat diterima dalam industri. Nah, kita membuat sebuah kesepakatan kerja sama agar dijadikan penyesuaian kurikulum," katanya.

Selain penataan ulang kurikulum komunikasi, Benny menambahkan bahwa ANTARA juga membuka ruang sinergi bagi para dosen di bawah naungan LLDikti III untuk mentransformasikan karya ilmiah mereka menjadi tulisan populer yang menggugah melalui kanal opini bernama "Telaah".

Menyambut inisiatif tersebut, Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan menyambut baik kerja sama ini demi meningkatkan jangkauan penyampaian program-program berdampak dari perguruan tinggi swasta (PTS) ke masyarakat luas.

Henri mengakui bahwa selama ini kampus-kampus di wilayahnya masih terbatas dalam memanfaatkan media sosial internal untuk mempublikasikan prestasi maupun program pengabdian masyarakat seperti KKN Tematik di daerah pascabencana.

​Oleh karena itu, Henri berharap kemitraan strategis dengan ANTARA ini dapat menjadi wadah bagi insan akademik untuk belajar memformulasikan strategi komunikasi publik yang lebih kuat dan profesional.

"Nah ini yang ingin kita bangun dengan ANTARA. Yang pertama kami ingin belajar tentang seperti apa pemberitaan begitu ya. Kemudian yang kedua, kita juga menginginkan tentunya antara bisa menyampaikan ke masyarakat tentang posisi dan kondisi daripada perguruan tinggi kita," ucap Henri Tambunan.