TRIBUNSUMSEL.COM - Kawasan pusat ibu kota Jakarta mulai memanas jelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang diinisiasi oleh kelompok mahasiswa, salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Mengusung tema besar "Menuju Indonesia Bangkrut", massa aksi bersiap memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI, dengan membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah.
Massa dengan total sekitar 3.000 mahasiswa berasal dari seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas se-Universitas Indonesia, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Baca juga: Instruksi Langsung Prabowo, Menteri ESDM Jamin Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tidak Akan Naik
Aksi turun ke jalan ini dipicu oleh gelombang keresahan atas kondisi ekonomi nasional yang dinilai kian mencekik masyarakat kecil.
Berdasarkan konsolidasi massa, berikut adalah 5 tuntutan utama yang dibawa dalam demonstrasi hari ini:
Sementara aksi kedua akan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di sisi selatan kawasan Monas.
Demo di lokasi kedua tersebut, digelar massa dari Perhimpunan Penegak Demokrasi Indonesia, dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Sopir Travel di Palembang Keluhkan Dampak BBM Naik, Antre Lama di SPBU Hingga Terpaksa Naikkan Tarif
Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan, terhadap sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjawab persoalan rakyat.
Mahasiswa menyoroti sejumlah hal, yakni melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi, dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional, hingga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dianggap berpotensi mempersempit ruang sipil.
Aksi yang digelar secara damai ini, dilakukan dengan orasi secara bergantian. Sejumlah mahasiswa juga menampilkan teatrikal sebagai bentuk ekspresi perlawanan.
Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Ilmi, menjelaskan bahwa massa yang berjumlah sekitar 1.000 orang direncanakan bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar aksi unjuk rasa.
Keberangkatan dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi akan dimulai pukul 13.00 WIB setelah salat Jumat guna menghormati peserta yang beribadah.
“Kami melihat bahwa dari sektor fiskal, moneter, dan pasar modal ini, Indonesia sedang menuju krisis ekonomi,” kata Albani.
Albani menilai Indonesia sedang menuju krisis ekonomi dan berada dalam kondisi bahaya yang terlihat dari tiga sektor utama, yakni fiskal, moneter, dan pasar modal.
BEM UI menuntut pemerintah segera mengakui dan memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.
Aksi ini ditegaskan bukan sebagai akhir, melainkan langkah awal untuk memantik semangat perjuangan, pergerakan, serta menyadarkan masyarakat mengenai kondisi bangsa saat ini.
Suasana di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, terpantau masih normal hingga pukul 09.45 WIB, Jumat (12/6/2026).
Sejumlah mahasiswa sudah membuat spanduk berisi berbagai aspirasi dan tuntutan.
“Gibran Raka Bullshit, #MenujuIndonesiaBangkrut, Rupiah Turun Prabowo Kapan?” tulis pada spanduk.
Meski demikian, aparat kepolisian sudah terlihat bersiaga di sejumlah titik.
Sejumlah kendaraan warga masih lalu-lalang dari arah Sudirman dan Thamrin.
Di Pos Polisi Bundaran HI terlihat satu unit mobil Brimob. Sementara itu, kendaraan aparat dengan jumlah lebih banyak berada di sekitar Jalan Imam Bonjol yang lokasinya masih dekat kawasan Bundaran HI.
Diketahui, hari ini sejumlah mahasiswa akan menggelar demo. Para mahasiswa menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, sempitnya lapangan kerja, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Polda Metro Jaya menyiagakan 4.151 personel gabungan Polri dan TNI untuk mengamankan jalannya aksi demo mahasiswa.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri meminta seluruh personel gabungan tidak berinisiatif menembakkan gas air mata ke massa demo BEM UI di Bundaran HI dan Gedung DPR, Jumat (12/6/2026).
"Penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya. kalian tidak bisa menembak sndiri harus perintah saya," kata Asep Edi Suheri saat memimpin apel pasukan di kawasan DPR/MPR RI, Jumat.
Menurut Asep, mahasiswa sebagai massa aksi adalah masyarakat yang harus dilayani oleh kepolisian sebagai aparat penegak hukum.
“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kapolda.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com