Ngarak Pataka Warnai Hari Jadi Ciamis ke-384, Sekda Jabar Sebut Ciamis Bisa Jadi Contoh di Jabar
Dedy Herdiana June 12, 2026 03:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Prosesi Ngarak Pataka menjadi salah satu rangkaian sakral dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang digelar dari halaman Pendopo Bupati Ciamis menuju Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Jumat (12/6/2026).

Prosesi tersebut dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi yang diwakili Danrem 062/Tarumanagara, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, unsur Forkopimda, para kepala OPD beserta istri, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Rajah Bubuka yang dilanjutkan penampilan Pasukan Pengibar Bendera dari MTsN 1 Ciamis.

Suasana semakin khidmat saat Grup Penari Daya Putra Galuh menampilkan tarian penyambutan.

Dalam prosesi tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyerahkan Pataka Kabupaten Ciamis kepada salah satu penari sebelum kemudian diserahkan kepada pasukan pengibar bendera untuk diarak menuju Gedung DPRD Kabupaten Ciamis.

Baca juga: Hari Ini Ciamis Tepat Berusia 384 Tahun, Ada Ngarak Pataka dan Rapat Paripurna Pagi Ini

Bupati bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan kemudian mengikuti arak-arakan pataka hingga tiba di Gedung DPRD Ciamis.

Setibanya di lokasi, Pataka Kabupaten Ciamis diterima langsung oleh Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana sebelum agenda dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.

Dalam kesempatan itu, Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman yang hadir mewakili Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengapresiasi tema Hari Jadi Ciamis tahun ini, yakni “Guyub Ngawangun Galuh”.

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang Galuh dalam perjalanan Tatar Sunda.

“Kita tahu Galuh punya histori yang luar biasa dan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan Tatar Sunda. Galuh menjadi salah satu fase sejarah penting dalam terbentuknya peradaban Sunda,” ujar Herman saat diwawancarai usai Paripurna.

Ia menambahkan, Kabupaten Ciamis saat ini menunjukkan capaian pembangunan yang positif dan dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat.

“Indikator makro pembangunan di Ciamis sebagian besar berada di atas rata-rata Jawa Barat. Terutama tingkat pengangguran yang berada di angka sekitar 4 koma sekian persen. Ini pencapaian yang baik,” katanya.

Meski demikian, Herman menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dipercepat, terutama pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan tema Guyub Ngawangun Galuh menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri.

“Kebersamaan sesuai dengan tagline Guyub Ngawangun Galuh adalah motivasi untuk membangun Ciamis yang kita cintai secara bersama-sama,” kata Herdiat.

Ia mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, mulai dari sektor infrastruktur, kemasyarakatan, pendidikan hingga kesehatan.

Terkait kemiskinan, Herdiat menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Ciamis mengalami penurunan meski belum signifikan.

“Dari 7,34 persen turun menjadi 7,19 persen. Memang belum signifikan. Tapi untuk pengangguran terbuka turun cukup drastis dari 7,22 persen menjadi 4,14 persen,” ungkapnya.

Menurut Herdiat, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut adalah mulai terakomodasinya kelompok petani dan buruh tani sebagai kelompok yang bekerja.

“Dulu petani dan buruh tani yang ada di kampung dianggap pengangguran. Sekarang kita dorong bahwa petani adalah pekerjaan, sehingga alhamdulillah angkanya turun,” pungkasnya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.