Antisipasi Tsunami, Kepala BNPB Sidak Sirine Peringatan Dini di Pangandaran: Ternyata Masih Kurang!
Dedy Herdiana June 12, 2026 03:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pertengahan tahun 2026 ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Dalam kunjungan itu, BNPB menyoroti kesiapan sistem peringatan dini bencana, khususnya ancaman gempa bumi dan Tsunami di kawasan wisata Pangandaran.

BNPB melakukan rapat koordinasi bersama Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Menurut Suharyanto, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menyerap berbagai kendala dan kebutuhan daerah dalam penanggulangan bencana.

"Tadi sudah rapat koordinasi dengan Bupati, dan kebetulan Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat menghadirkan Kalak BPBD Kabupaten Kota di Jawa Barat. Kami dari BNPB pusat sudah menyerap apa saja kesulitan dan kebutuhan daerah terkait penanggulangan bencana," ujar Suharyanto kepada sejumlah wartawan di depan Kantor Balawista Pangandaran, Jumat (12/6/2026) siang.

Baca juga: Drainase Tiga Pasar Tradisional di Pangandaran Bakal Diperbaiki, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 500 Juta

Ia menyebut, salah satu perhatian utama di Kabupaten Pangandaran adalah penguatan mitigasi sebelum terjadinya bencana, terutama terkait sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).

"Khusus di Kabupaten Pangandaran, yang pertama adalah sebelum terjadi bencana tentu saja mitigasi dan peringatan dini. Ada beberapa kekurangan," katanya.

Dalam kesempatan itu, BNPB pun melakukan pengecekan langsung terhadap sirine atau alat peringatan dini tsunami yang berada di kawasan wisata Pangandaran. Alat itu sempat diuji dan dinyatakan masih berfungsi dengan baik.

Namun, berdasarkan laporan petugas BPBD setempat, jumlah sirine EWS masih belum mencukupi, terutama di titik-titik wisata yang ramai dikunjungi wisatawan saat musim libur.

"Tadi sudah kita coba bunyikan dan alhamdulillah berfungsi. Tapi dari penjelasan petugas, di titik-titik sentral wisata Pangandaran yang sangat ramai saat hari libur masih ada kekurangan sirine peringatan dini," ucap Suharyanto.

Baca juga: Marak Vila di Bantaran Sungai Cijulang Pangandaran, Warga Khawatir Ancam Kelestarian Green Canyon

Suharyanto pun memastikan akan segera mengirimkan tim untuk melakukan survei terhadap kebutuhan tambahan peralatan mitigasi bencana di Pangandaran.

"Kami akan kirimkan tim untuk survei dan melihat mana saja yang masih kurang untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana," ujarnya.

Ia menegaskan, Kabupaten Pangandaran menjadi satu wilayah yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, masih terdapat tujuh titik yang membutuhkan pemasangan EWS tambahan.

"Tadi saya sudah berbicara dengan anggota saya, paling tidak empat titik dalam waktu dekat bisa kita penuhi. Tiga titik lainnya mudah-mudahan nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Suharyanto.

Dengan penambahan sistem peringatan dini, Ia berharap kesiapsiagaan masyarakat dan Pemda dalam menghadapi potensi bencana di kawasan wisata Pangandaran semakin meningkat. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.