BANGKAPOS.COM -- Ribuan motor listrik yang disebut-sebut disiapkan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih tersimpan di fasilitas Emmo Electric Mobility di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saat lokasi tersebut dipantau Kompas.com pada Kamis (11/6/2026), tidak terlihat adanya aktivitas produksi maupun distribusi kendaraan.
Sebaliknya, ribuan unit motor listrik tampak masih terparkir di berbagai area penyimpanan, sebagian bahkan tetap terbungkus plastik pelindung pabrik.
Baca juga: Profil Haji Bolot Komedian Senior Kritis di Rumah Sakit Akibat Serangan Jantung, Kini Masa Pemulihan
Di salah satu sisi kawasan, deretan motor listrik terlihat memenuhi area penyimpanan dan berjajar memanjang mengikuti batas dinding kompleks industri.
Secara umum, kendaraan-kendaraan tersebut tampak masih dalam kondisi baru dan belum menunjukkan tanda-tanda pernah digunakan untuk operasional.
Pemandangan serupa juga terlihat di bagian belakang fasilitas. Area penyimpanan yang cukup luas ditutupi jaring peneduh yang membentang di atas ratusan hingga ribuan unit kendaraan.
Dari sela-sela penutup tersebut, masih terlihat bagian setang, panel instrumen, hingga bodi motor yang sebagian besar masih terbungkus plastik bawaan pabrik.
Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan tersebut kemungkinan belum pernah disalurkan atau digunakan secara aktif.
Menariknya, seluruh motor yang tersimpan di lokasi tersebut telah dilengkapi dengan stripping dan identitas yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis.
Logo MBG terlihat menempel pada bagian bodi kendaraan sehingga memperkuat kaitannya dengan program tersebut.
Sebagian unit bahkan ditempatkan di area yang hanya mendapatkan perlindungan sederhana berupa terpal.
Kondisi ini terlihat dari tumpukan daun kering yang menempel di atas penutup kendaraan. Situasi tersebut memberikan kesan bahwa sejumlah motor telah berada di lokasi penyimpanan dalam kurun waktu yang tidak singkat.
Selama proses pemantauan berlangsung, tidak terlihat adanya pekerja yang beraktivitas di area fasilitas.
Kendaraan logistik maupun truk pengangkut juga tidak tampak keluar masuk kompleks.
Gerbang utama kawasan tetap tertutup dan suasana di sekitar lokasi relatif sepi.
Kondisi tersebut semakin menimbulkan perhatian mengingat jumlah kendaraan yang tersimpan di dalam area diperkirakan mencapai ribuan unit.
Keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait pengadaan motor listrik untuk program MBG.
Terlebih, jumlah unit yang disiapkan mencapai puluhan ribu dengan nilai pengadaan yang disebut menembus lebih dari Rp1 triliun.
Di tengah proses penelusuran yang masih berlangsung, nasib ribuan motor listrik tersebut kini menjadi tanda tanya.
Pasalnya, kendaraan yang sebelumnya direncanakan mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu hingga kini belum terlihat digunakan maupun didistribusikan ke daerah penerima manfaat.
Namun di tengah proses pelaksanaannya, pengadaan motor listrik tersebut justru memunculkan berbagai pertanyaan.
Sejumlah pihak menyoroti proses pengadaan hingga distribusi kendaraan yang kemudian menjadi bahan penyelidikan aparat penegak hukum.
Diketahui, kendaraan yang masuk dalam proyek tersebut mencakup model JVX Max dan JVX GT.
Jumlah pengadaannya mencapai sekitar 21.800 unit dengan nilai kontrak yang disebut menembus lebih dari Rp1 triliun.
Besarnya nilai proyek tersebut membuat perhatian publik semakin meningkat, terutama setelah muncul dugaan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan maupun pelaksanaannya.
Seiring berjalannya penyelidikan, nasib ribuan motor listrik yang kini masih tersimpan di fasilitas Sentul tersebut pun menjadi tanda tanya.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan distribusi maupun pemanfaatan kendaraan-kendaraan yang telah diproduksi tersebut.
(Kompas.com/Bangkapos.com)