Duka di Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Surondakan Trenggalek Wafat Usai Rampungkan Rangkaian Ibadah
Sudarma Adi June 12, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK — Kabar duka kembali menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Seorang jemaah atas nama Djemadi dilaporkan berpulang ke rahmatullah di Tanah Suci, Makkah, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Almarhum merupakan warga Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek yang berangkat menunaikan ibadah rukun Islam kelima melalui Kelompok Terbang (Kloter) 105 KBIHUNU.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Subkan Hamzah, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepulangan almarhum yang dikenal gigih menyelesaikan ibadahnya tersebut.

Baca juga: Pengusaha Bengkel Trenggalek Resah, Harga Oli dan Ban Ikut Naik, Bingung Jelaskan ke Pelanggan

"Kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bapak Djemadi yang telah berpulang ke rahmatullah pada hari kemarin di Tanah Suci. Semoga beliau mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah dan diberikan haji yang mabrur," ujar Subkan saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (12/6/2026).

Sempat Video Call dan Makan Lahap Sebelum Berpulang di Kamar

Subkan membeberkan, almarhum sebenarnya memang tercatat memiliki riwayat penyakit bawaan sebelum bertolak ke Arab Saudi. Namun, sepanjang prosesi ibadah haji, tim medis menyatakan kondisi fisiknya memenuhi syarat istitaah (kemampuan kesehatan), sehingga diizinkan beraktivitas dan sukses menyelesaikan seluruh rukun haji.

Pihak Kemenag sendiri sejauh ini belum menerima surat diagnosis resmi terkait penyebab pasti kematian pria ramah tersebut. Namun, dari data lapangan, almarhum ditemukan wafat di dalam kamarnya secara mendadak.

Menariknya, berdasarkan penuturan pihak keluarga saat disambangi tim Kemenag untuk takziah, beberapa jam sebelum dikabarkan meninggal dunia, Djemadi sempat berinteraksi ceria melalui panggilan video (video call).

"Kemarin pihak keluarga menyampaikan almarhum masih sempat video call, makan seperti biasa, dan menanyakan kabar kesehatan keluarga di rumah. Selama berada di Tanah Suci, almarhum juga mendapatkan pendampingan penuh dari menantunya lewat skema penggabungan mahram, sehingga sebagian besar aktivitas ibadah dapat dijalankan dengan nyaman," ulas Subkan.

Baca juga: Trenggalek Terima CSR Berupa Floor Projector untuk Percantik Kawasan Alun-Alun

Terkait pemenuhan hak almarhum, Kemenhaj Trenggalek memastikan seluruh proses pemulasaraan jenazah hingga pencairan klaim asuransi akan sepenuhnya diurus dan dikomandoi oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur. Pihak daerah siap siaga membantu memfasilitasi kelengkapan berkas administrasi yang diperlukan ahli waris.

Kemenag Ajukan Skema Tanazul Agar Jemaah Pulang Satu Rombongan

Di sisi lain, Subkan menegaskan kondisi kesehatan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek lainnya saat ini terpantau relatif aman, stabil, dan kondusif. Jemaah yang sebelumnya sempat drop dan dirawat di rumah sakit per hari ini seluruhnya telah dinyatakan sembuh total dan kembali ke maktab masing-masing.

Guna mempermudah koordinasi penjemputan dan proses kepulangan ke tanah air, Kemenag Trenggalek kini tengah berupaya mengajukan mutasi kloter atau skema tanazul ke panitia pusat. Langkah darurat ini diambil agar jemaah Trenggalek yang posisinya saat ini terpisah di Kloter 109 dan Kloter 115 dapat ditarik masuk ke Kloter 105.

"Kita berharap jemaah-jemaah yang tidak di Kloter 105, mungkin yang sekarang ada di 109 dan 115, bisa disetujui masuk semuanya ke 105. Sehingga nanti saat jadwal kepulangan, seluruh jemaah asal Trenggalek bisa pulang bersama-sama dalam satu rombongan utuh," harap Subkan menutup wawancara.

Sebagai catatan, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek yang wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun ini total berjumlah tiga orang. Mereka adalah Sulastri (warga Kelurahan Kelutan), Suyudi (warga Kelurahan Ngantru), dan terakhir Djemadi (warga Kelurahan Surondakan).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.