TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa di Bundaran HI hari ini, Jumat (12/6/2026) rupanya mendapat banyak dukungan dari publik.
Bahkan ada ibu-ibu yang membuka posko makanan dan minuman gratis untuk para peserta demonstrasi.
Mereka membuka stand sederhana di sekitaran Bundaran HI.
Para ibu-ibu itu mulai berada di lokasi pukul 13.00 WIB.
Terlihat ada beberapa makanan dan minuman yang siap dibagikan kepada para pendemo.
Mulai dari air mineral, snack, hingga nasi boks.
Uniknya, mereka juga menambahkan tulisan makanan gratis yang dibumbui sindiran untuk pemerintah.
Yakni di antaranya, 'Beli di UMKM ga pake mark up'.
Kemudian ada juga tulisan 'Snack Gratis! dari rakyat untuk rakyat'.
Lalu 'Beneran gratis ga pake uang pajakmu'.
Hingga siang tadi masih banyak masyarakat yang datang untuk mengantarkan bantuan logistik.
"Ada gosip-gosip titik aksi mau digeser. Nanti di update lagi ya," tulis akun Threads nada_arini.
Rupanya hingga pukul 14.00 WIB, demo di Bundaran HI belum terlalu ramai.
Hal itu dikarenakan sebagian mahasiswa ditahan di Gedung DPR/MPR dan dilarang ke Bundaran HI.
Akun itu pun mengabarkan kondisi terkini di Bundaran HI.
Di mana ia memperlihatkan foto dari kamera mahasiswa, bahwa sebagian dari mereka diblokade.
Namun para mahasiswa itu tetap menuju ke BUndaran HI dengan berjalan kaki.
"Sebagian yang diblokade, akhirnya jalan kaki. Kopaja ditahan, mereka jalan," tulisnya.
Tak hanya emak-emak biasa, artis Zaskia Adya Mecca juga ikut jaga posko makanan gratis.
Zaskia yang mengenakan baju dan hijab hitam mendampingi perwakilan Koalisi Ibu Indonesia, Annet.
Mereka sibuk menerima kiriman nasi boks, roti, air mineral dan berbagai minuman yang disumbangkan dari berbagi pihak.
Baca juga: Mahasiswa Demo Tuntut Harga BBM Turun, Buruh Pilih Tak Ikut Bergabung : Pertalite Tidak Naik
Makanan dan minuman itu ditata rapi di trotoar yang berada di sebelah tenggara Bundaran HI.
"Entah berapa porsi hari ini yang sudah kami siapkan. Banyak banget. Tadi pas kami buka posko di sini Alhamdulillah ada kiriman makanan, minuman yang kami enggak tahu dari siapa dan ini akan terus datang," tutur Zaskia saat disapa wartawan.
"Intinya kami siap men-support adik-adik dari mahasiswa. Ini yang bisa kami lakukan, kami menyediakan logistik," lanjutnya.
Zaskia juga membawa tiga unit ambulans dan petugas medis serta obat-obatan yang disiapkan untuk mahasiswa peserta demo yang nantinya membutuhkan.
Ambulans dan petugas medis ditempatkan di titik yang mudah diakses mahasiswa.
"Kami sudah taruh ambulans di titik-titik yang mudah kalau memang harus ada yang dibawa ke RSCM gitu. Jadi kami men-support pergerakan mereka," katanya.
Zaskia bilang, kehadirannya di lokasi demonstrasi pada Jumat karena gelisah dengan kondisi bangsa.
Menurut dia, tidak elok jika semua warga terus diam.
Sehingga dia mendukung mahasiswa yang menyuarakan kegelisahan masyarakat.
"Kalau semua orang milih diam, siapa yang akan berbicara dan mencoba menyelamatkan dan membenarkan ini harusnya seperti ini gitu?" katanya.
"Buat aku, karena kita tinggal di negara demokrasi, kita punya hak untuk berbicara dan menyampaikan apa sih yang kita enggak sreg gitu," tambahnya.
Baca juga: Feri Amsari Sebut Demo Hari Ini Bisa Picu Reformasi Jilid 2, Fahri Hamzah Bandingkan dengan 98
Dilarang ke Bundaran HI
Dua bus yang membawa puluhan mahasiswa berjaket almamater Universitas Indonesia dihentikan di depan Gedung DPR/MPR RI sekira pukul 12.00 WIB, Jumat (12/6/2026).
Mereka semulanya akan menyampaikan aspirasinya di kawasan Bundaran HI.
Sejumlah anggota kepolisian berjaga di depan bus tersebut.
Massa aksi satu per satu turun dari bus.
Mereka berdiskusi dengan polisi di depannya.
Petugas kepolisian bilang, mereka tidak diperkenankan berdemo di Bundaran HI karena disebut sebagai pusatnya Indonesia.
Di mana, banyak aktivitas yang bisa lumpuh jika terjadi kepadatan massa aksi di sana.
“Bundaran HI itu central of gravity Indonesia kalian di sana stop semua,” kata anggota kepolisian itu di lokasi, Jumat.
Namun para mahasiswa bersikeras.
Mereka masuk ke dalam bus lalu bersiap akan berangkat.
Sejumlah mahasiswa masih berdebat dengan polisi, menanyakan dasar hukum pelarangan tersebut.
“Kalau kalian memaksa, silakan tabrak saya,” kata polisi.
Akhirnya, para mahasiswa mengambil barang-barang dari bus lalu bergerak ke Bundaran HI dengan berjalan kaki.
Massa aksi perempuan berjalan di tengah, dengan pengamanan oleh massa aksi laki-laki yang membentuk penjagaan di sekitar.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t