Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -- Aliansi Ibu Indonesia bersama sejumlah relawan dan figur publik menggelar aksi solidaritas dengan membagikan makanan dan minuman gratis kepada massa aksi mahasiswa yang menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Di tengah persiapan aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sebuah posko logistik berdiri di sisi Bundaran HI.
Berbagai bantuan seperti nasi box, roti, air mineral, hingga makanan ringan terlihat tersusun rapi dan siap dibagikan kepada peserta aksi.
Baca juga: Bawa Isu Indonesia Bangkrut, Ribuan Massa BEM UI Konvoi Kopaja ke Bundaran HI
Salah satu figur publik yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Zaskia Adya Mecca.
Mengenakan pakaian serba hitam, ia turut berada di lokasi bersama relawan lainnya untuk mendukung kelancaran distribusi logistik.
Di sekitar posko terpampang sejumlah papan bertuliskan pesan-pesan dukungan, di antaranya "Beli di UMKM Ga Pake Mark Up", "Snack Gratis! dari Rakyat untuk Rakyat", serta "Beneran Gratis Ga Pake Uang Pajakmu".
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, bantuan logistik terus berdatangan sepanjang kegiatan berlangsung. Makanan dan minuman datang silih berganti dari berbagai pihak yang disebut tidak selalu diketahui identitas pengirimnya.
Zaskia mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut dilandasi kegelisahan terhadap berbagai kondisi yang menurutnya perlu mendapat perhatian publik.
"Ini karena kegelisahan. Melihat segala sesuatu yang enggak sreg sama hati dan rasanya kok salah. Kalau semua orang memilih diam, siapa yang akan berbicara dan mencoba membenarkan keadaan?" ujar Zaskia di lokasi.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di negara demokrasi, termasuk ketika ada kebijakan atau kondisi yang dinilai tidak sesuai dengan harapan publik.
Di lokasi yang sama, perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette, menjelaskan bahwa gerakan solidaritas tersebut terbentuk secara organik tanpa struktur organisasi yang formal.
Saat ditanya mengenai cara mereka berkoordinasi, Annette menjawab dengan nada bercanda bahwa semangat kebersamaan menjadi penghubung utama antarrelawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa informasi mengenai kebutuhan logistik banyak tersebar melalui media sosial sehingga mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
Fenomena bantuan yang terus berdatangan turut menjadi perhatian para relawan. Setiap beberapa menit, makanan dan minuman kembali tiba di posko untuk dibagikan kepada peserta aksi.
Ia mengatakan tuntutan yang dibawa mahasiswa berfokus pada berbagai isu yang dianggap perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
Selain menyediakan makanan dan minuman, Aliansi Ibu Indonesia juga menyiapkan dukungan kesehatan bagi peserta aksi.
Zaskia mengungkapkan bahwa pihaknya membawa tiga unit ambulans, tenaga medis, serta berbagai perlengkapan obat-obatan untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan.
"Ini yang bisa kami lakukan, menyediakan logistik. Kami juga membawa ambulans, petugas medis, dan obat-obatan. Ambulans sudah ditempatkan di beberapa titik agar mudah digunakan apabila diperlukan," ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Hingga siang hari, suasana di posko logistik terlihat ramai. Relawan bergantian menerima kiriman bantuan, menata makanan, serta membagikannya kepada peserta aksi yang datang silih berganti.
Di tengah berlangsungnya demonstrasi, posko tersebut menjadi simbol solidaritas warga yang memilih berpartisipasi melalui dukungan logistik.
Nasi box, roti, air mineral, hingga layanan kesehatan seperti ambulance disediakan secara cuma-cuma dengan semangat yang mereka sebut sebagai "dari rakyat untuk rakyat".
Bagi para relawan, bantuan yang terus berdatangan sepanjang hari menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat masih hidup dan mampu bergerak secara bersama-sama ketika melihat sesama warga membutuhkan dukungan.(m27)