Hari Pertama INVIROTECH 2026,Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi Stand JOB Tomori
Regina Goldie June 12, 2026 04:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) berpartisipasi di ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH).

INVIROTECH 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta mulai Kamis (11/6/2026) sampai Sabtu (13/6/2026).

Hari pertama, Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/KBPLH), Moh Jumhur Hidayat mengunjungi stand JOB Tomori.

Kunjungan ini disambut langsung oleh General Manager JOB Tomori, Andry Sehang, didampingi Pjs. Relations, Security & ComDev Manager Andi Basuki serta Enviro Section Head, Shanti Nata Artha.

Keikutsertaan JOB Tomori di ajang ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sekaligus memperkenalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah operasinya.

Baca juga: PESBEVI Gelar Workshop di RSUD Anutapura, Tingkatkan Kompetensi Dokter dan Perawat di Sulteng

Di hadapan Meneteri KLH/KBPLH, manajemen JOB Tomori memaparkan berbagai inisiatif perusahaan di bidang pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Perusahaan hulu migas ini turut meunjukkan implementasi prinsip keberlanjutan yang dijalankan sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian target lingkungan nasional.

Salah satu daya tarik utama stand JOB Tomori adalah berbagai produk hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Semuanya dikembangkan oleh kelompok binaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Dari Kelompok Usaha Kalisbatan yang diwakili oleh Nur, ditampilkan beragam produk herbal dan olahan pangan hasil pengembangan usaha masyarakat.

Ada sari kunyit, sari jahe, sari temulawak, sari komplit, Virgin Coconut Oil (VCO), teh kelor, dan kapsul herbal.

Kalisbatan ikut memamerkan berbagai produk makanan ringan berupa keripik pisang, kacang telur, kacang disko, keripik singkong, dan keripik keladi yang telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

JOB Tomori juga menghadirkan program ekonomi sirkular melalui Kelompok Maggot Satu Tujuan Desa Paisubuloli yang diwakili Vika.

Kelompok ini mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Produk maggot kering yang dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan dan ungags ditampilkan di stand.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Suarakan Aksi Menuju Indonesia Bangkrut, Cek 5 Tuntutannya

JOB Tomori turut menampilkan berbagai produk hasil pemanfaatan limbah, salah satunya adalah produk kerajinan daur ulang dari hasil diproduksi Bank Sampah Unit (BSU) Montolutusan Desa Paisubuloli.

Produknya terdiri dari tas berbahan bungkus plastik bekas dan ecobrick. Bahannya dari hasil pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Inisiatif ini menjadi contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pengurangan timbulan sampah sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Di sektor pengelolaan limbah organik, JOB Tomori memperkenalkan pupuk kompos Posbidik hasil produksi oleh Kelompok Posbidik Cendanapura.

Produk ini hasil pengolahan limbah organik menjadi pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan.

Limbah organic tak hanya membantu mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis lingkungan.

Saat kunjungan berlangsung, para perwakilan kelompok binaan berkesempatan berinteraksi langsung dengan Menteri Jumhur.

Kelompok menjelaskan proses produksi, manfaat produk, dan dampak program pemberdayaan yang dijalankan bersama JOB Tomori.

Baca juga: KPU dan Bawaslu Kunjungi Kantor DPW PSI Sulteng, Pantau Kesiapan Kelembagaan Parpol

Interaksi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, ekonomi sirkular, dan prinsip keberlanjutan.

General Manager JOB Tomori, Andry Sehang, mengatkan partisipasi perusahaan dalam INVIROTECH 2026 merupakan sarana untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan sekaligus menunjukkan hasil nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.

JOB Tomoti percaya keberhasilan program keberlanjutan tak hanya diukur dari kinerja lingkungan perusahaan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Produk-produk yang ditampilkan pada INVIROTECH 2026 merupakan bukti bahwa kolaborasi yang baik dapat menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi, memperkuat kemandirian masyarakat, serta mendukung pelestarian lingkungan," ujar Andry Sehang.

Melalui keikutsertaan pada INVIROTECH 2026, JOB Tomori berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga: Stok Minyak Kita di Pasar Inpres Manonda Langka, Harga di Pengecer Tembus Rp22 Ribu per Liter

Perusahaan memperkenalkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

JOB Tomori merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menjalankan kegiatan usaha hulu migas di bawah pengawasan dan pengendalian SKK migas.

Dalam menjalankan operasinya, JOB Tomori berkomitmen menerapkan prinsip keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar wilayah operasinya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.