TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah yang minim.
Salah satu langkah nyata yang disiapkan adalah dengan menginisiasi program inovatif bertajuk GERBANG ASA (Gerakan Bangkit Anak Putus Sekolah).
Program ini difokuskan secara khusus untuk menyisir, mendata, dan mengembalikan anak-anak yang putus sekolah agar bisa kembali mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Bupati Landak menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama sekaligus tugas wajib pemerintah daerah yang tidak boleh diabaikan.
• BREAKING NEWS - Polres Landak Tangkap Tersangka Kasus Kematian Veggie! Bukan Gantung Diri
Keterbatasan anggaran keuangan daerah dinilai bukan menjadi alasan untuk menyurutkan langkah dalam memperjuangkan hak-hak dasar anak di Kabupaten Landak.
"Ke depan tentu saja pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dan tugas wajib pemerintah daerah. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk terus memberikan dukungan, walaupun kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini sangat minim," ujar Karolin usai meninjau SMPN 5 Air Besar, di Desa Sekendal pada Kamis 11 Juni 2026.
Guna menyiasati keterbatasan dana tersebut, Pemkab Landak akan memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak di tingkat akar rumput untuk mengawasi serta mendongkrak mutu pendidikan.
Dalam waktu dekat, program GERBANG ASA akan segera diluncurkan secara resmi agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
"Kita akan launching program GERBANG ASA, Gerakan Bangkit Anak Putus Sekolah. Nantinya akan dilakukan MoU (Nota Kesepahaman) dengan para kepala desa dan camat agar bersama-sama kita keroyokan bagaimana anak-anak kita jangan sampai putus sekolah," paparnya.
Bupati Karolin menambahkan, keterbatasan anggaran operasional justru harus memicu kreativitas pemerintah daerah dalam mencari solusi alternatif demi masa depan generasi muda di Bumi Intan.
Semangat gotong royong dan pemikiran taktis lintas instansi menjadi modal utama Pemkab Landak dalam menyukseskan gerakan ini.
"Terlepas dari anggaran yang terbatas, kita masih punya otot dan otak, masih punya semangat. Kita tetap berupaya untuk mendukung dan mendorong anak-anak kita mendapatkan haknya atas pendidikan," tegasnya secara lugas.
Melalui program GERBANG ASA, seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga pemangku kepentingan lainnya diharapkan terlibat aktif dalam melakukan pendataan, pendampingan, hingga mengawal anak-anak kembali ke bangku sekolah. (*)