SURYA.co.id, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto menggelar Workshop Penyakit Tidak Menular dan Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja di Mall Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, pada Jumat (12/6/2026).
Dalam kegiatan ini terungkap 17 persen penduduk, atau sebanyak 23.300 jiwa Kota Mojokerto merupakan kelompok usia remaja.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam forum strategis ini menyampaikan, kesehatan reproduksi menjadi salah satu pondasi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
Baca juga: HUT Kota Mojokerto, Ning Ita Hapus Denda Pajak hingga 30 Agustus 2026
"Tujuan nasional untuk mencetak SDM emas menuju tahun 2045 harus dimulai dari sekarang, khususnya di Kota Mojokerto," ujar Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto dalam seminar tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini mempersiapkan sejak dini untuk mencetak generasi emas, lewat peningkatan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan diri.
Sekaligus rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.
"Remaja-remaja kita harus sehat dalam reproduksinya, karena kalau semuanya sehat reproduksinya, maka ke depan juga akan bisa melahirkan generasi-generasi sehat dan berkualitas," tegas Ning Ita.
Dikatakan Ning Ita, 17 persen dari total penduduk Kota Mojokerto kelompok usia remaja atau sekitar 23.300 jiwa.
Menghadapi bonus demografi yang sedemikian itu, Pemkot Mojokerto terus memperkuat program edukasi serta pembinaan kesehatan remaja sebagai investasi jangka panjang masa depan daerah.
"Anak-anak harus mulai paham bagaimana menjaga kesehatan diri, termasuk kesehatan reproduksinya," jelasnya.
"Dari pemahaman itu, mereka nantinya dapat menjadi generasi yang sehat, berkualitas dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," imbuh Wali Kota Ning Ita.
Ning Ita berharap edukasi tersebut dapat diterapkan oleh para remaja di Kota Mojokerto dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto, Citra Mayangsari menambahkan kegiatan ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, puskesmas dan sekolah di Kota Mojokerto.
Peserta mendapatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pola hidup sehat hingga langkah pencegahan berbagai risiko kesehatan sejak dini.