Harga Bahan Pokok di Bengkulu Selatan Naik Imbas Dolar Tembus Rp17.916
Rita Lismini June 12, 2026 04:41 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Nilai tukar dolar yang masih berada di kisaran Rp 17.916 per dolar berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok (bapok) di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pantauan TribunBengkulu.com di Pasar Ampera Bengkulu Selatan, para pedagang terlihat memajang berbagai kebutuhan pokok, mulai dari cabai merah, bawang merah, bawang putih hingga ayam potong.

Meski stok barang masih tersedia, aktivitas jual beli di pasar terpantau belum terlalu ramai. Salah seorang pedagang bahan pokok, Wahyu (35), mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

“Sejak seminggu belakangan beberapa bapok memang mengalami kenaikan berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu,” ujar Wahyu saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (12/6/2026).

Daftar Harga Bapok

Wahyu menjelaskan, harga cabai merah keriting saat ini mencapai Rp 50 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.

Menurutnya, harga cabai masih fluktuatif dan dapat berubah setiap hari tergantung pasokan serta harga modal yang diterima pedagang.

Selain itu, harga kol naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 12 ribu per kilogram.

Wortel masih bertahan di harga Rp 14 ribu per kilogram, sedangkan kentang naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 13 ribu per kilogram.

Harga bawang merah masih bertahan di angka Rp 50 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang putih naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.

Komoditas lainnya juga mengalami kenaikan, seperti timun yang kini dijual Rp 8 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram, daun bawang naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram, serta tomat yang naik menjadi Rp 16 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 14 ribu per kilogram dan ayam potong Rp 40 ribu per kilogram.

“Kenaikan terjadi karena kami mengambil stok dari Curup dan Pagar Alam dengan harga yang sudah lebih tinggi,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada bahan pokok.

Sejumlah kebutuhan lainnya seperti daging ayam, plastik kemasan, dan berbagai kebutuhan dagangan juga mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Para pedagang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat tidak menurun dan aktivitas perdagangan di pasar tetap berjalan normal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.