Pertumbuhan Ekonomi Jember Tertinggi di Sekarkijang, Tumbuh 6,35 Persen
Haorrahman June 12, 2026 04:43 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, 
Jember -  Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tertinggi di wilayah Sekarkijang, dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional pada Triwulan I 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jember secara tahunan (year on year/yoy) mencapai 6,35 persen. Angka tersebut menjadikan Jember sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekarkijang yang mencakup eks Karesidenan Besuki dan Lumajang.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tercatat 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen. Capaian Jember juga melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.

Baca juga: Rawan Konflik, Petani Wadul DPRD Jember Minta Struktur GTRA dan Segera Tuntaskan TORA

Empat Sektor Utama 

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menjelaskan terdapat empat lapangan usaha yang memberi kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,51 persen. Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan sebesar 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,72 persen.

Sementara sektor lainnya memberikan kontribusi pertumbuhan yang bervariasi antara 0,04 persen hingga 0,23 persen.

Menurut Peni, sektor pertanian masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Jember.

Baca juga: Piala Dunia 2026: Bupati Jember Pilih Belanda, Dua Pimpinan DPRD Jagokan Prancis

"Peningkatan produksi tanaman pangan terjadi terutama pada komoditas padi dan jagung," ujarnya.

Produksi padi pada Triwulan I 2026 tercatat meningkat sekitar 27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini antara lain didukung curah hujan yang lebih tinggi sehingga mendukung pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya tanaman pangan, sektor peternakan juga mengalami peningkatan produksi seiring tingginya kebutuhan daging dan telur ayam untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sektor perikanan, hasil tangkapan ikan laut pada periode yang sama juga tercatat lebih tinggi dibanding Triwulan I 2025 dan ikut memperkuat sektor primer di Jember.

Produksi meningkat, perdagangan ikut bergerak
Meningkatnya hasil produksi pertanian dan industri pengolahan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan.

Bertambahnya volume komoditas yang diproduksi dan dipasarkan mendorong perputaran perdagangan sepanjang Triwulan I 2026. Kondisi tersebut ikut memperkuat distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Jember juga didorong sektor sekunder, terutama industri pengolahan dan konstruksi.

Industri pengolahan menguat karena produksi industri makanan dan minuman meningkat sekitar 7 persen, sementara sejumlah subkategori industri lain tumbuh sekitar 5 persen.

Sementara sektor konstruksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu pendorongnya adalah pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Jember.

Jika pada Triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada kisaran satu digit, maka pada Triwulan I 2026 jumlahnya meningkat hingga mendekati 200 unit sehingga turut mendorong aktivitas konstruksi.

Pertumbuhan tinggi, tetapi tetap perlu dijaga
Selain sektor utama tersebut, jasa perusahaan menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi. Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya aktivitas rekreasi masyarakat dan minat terhadap perjalanan wisata keagamaan seperti umrah.

Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makan dan minum juga menunjukkan pertumbuhan signifikan yang antara lain dipicu meningkatnya kebutuhan konsumsi untuk pelaksanaan program MBG.

Peni menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jember yang melampaui Jawa Timur dan nasional terutama ditopang sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih cepat sekaligus memiliki kontribusi dominan terhadap struktur ekonomi daerah.

Baca juga: Hanya Rp 1000 Per Kilogram, Petani Jember Protes Bagikan 2 Kuintal Mentimun di Depan Pemkab

Menurutnya, struktur ekonomi Jember yang masih bertumpu pada pertanian membuat peningkatan sektor tersebut memberi dampak lebih besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibandingkan daerah dengan struktur ekonomi yang lebih beragam.

Meski demikian, ia mengingatkan sektor pertanian memiliki ketergantungan tinggi terhadap faktor cuaca sehingga tingkat volatilitasnya juga lebih besar dibanding sektor lain.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.