TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kaimana, Papua Barat belum dapat memastikan jadwal pelayaran dua unit kapal perintis untuk melayani warga setempat.
Kepala Dinas Perhubungan Kaimana, Daniel Irto Bato mengatakan bahwa penundaani terjadi akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite non-subsidi yang kini mencapai Rp26.500 per liter.
“Kita belum bisa operasikan, karena harga minyak terlalu tinggi. Sebelumnya hanya Rp16.500 per liter, sekarang sudah naik hingga Rp26.500,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kaimana, Daniel Irto Bato, di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Warga Kaimana Harap SPBU Tidak Batasi Kuota Pertalite di Tengah Tingginya Harga Pertamax
Menurut Daniel, pihaknya masih menunggu perubahan anggaran agar operasional kapal dapat berjalan.
“Anggarannya sebenarnya sudah ada, tapi terkendala kenaikan harga BBM. Kami harus koordinasi dengan Bappeda, Inspektorat, BPKAD, dan DPRK untuk penambahan anggaran, sehingga kapal bisa segera dioperasikan,” ujarnya.
Dua kapal perintis tersebut direncanakan melayani rute ke sejumlah wilayah, antara lain Lobo, Teluk Etna (Avona, Kayu Merah, Kiruru), Distrik Buruway (Adijaya, Kambala, Buruway Dalam), serta Arguni Bawah dan Arguni Atas.
Daniel berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pengoperasian kapal perintis bisa segera berjalan,” tegasnya.