Warga Kaimana Harap SPBU Tidak Batasi Kuota Pertalite di Tengah Tingginya Harga Pertamax
Hans Arnold Kapisa June 12, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Warga Kaimana, Papua Barat, rela mengantre panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Krooy untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.

Pantauan Tribunpapuabarat.com pada Jumat (12/6/2026), antrean kendaraan sudah terjadi sejak pukul 09.00 WIT hingga 12.00 WIT.

Kendaraan roda dua dan angkutan umum mendominasi antrean tersebut.

“Saya antre hampir satu jam untuk isi Pertalite. Sebelum SPBU buka, kami sudah menunggu di luar pagar. Kalau tidak datang lebih dulu, antreannya bisa lebih lama,” ujar Hamzah, salah satu pengendara.

Hamzah mengaku memilih Pertalite karena harga Pertamax yang mencapai Rp16.650 per liter dianggap terlalu mahal.

Baca juga: Pertamax Naik Rp16.650 di Kaimana, Tukang Ojek Keluhkan Beban Hidup

Sementara Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter.

“Mau tidak mau harus antre, karena Pertamax terlalu mahal. Pertalite lebih terjangkau untuk kebutuhan kendaraan,” jelasnya.

Ia berharap pihak SPBU tidak membatasi kuota pembelian Pertalite bagi masyarakat di tengah tingginya harga Pertamax.

Hamzah juga meminta agar SPBU memprioritaskan konsumen kendaraan dibandingkan pengecer.

“Kami beli untuk kebutuhan beberapa hari ke depan, bukan untuk dijual lagi. Jadi sebaiknya masyarakat diprioritaskan,” tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.