Melihat dari Dekat Pabrik Parfum Bunga Mawar Berusia 150 Tahun di Taif Arab Saudi
Ilham Mulyawan June 12, 2026 04:47 PM

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji 2026 dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUN-SULBAR.COM - Kota Taif di Arab Saudi dikenal sebagai kota dengan pemandangan gunung nan indah, serta udaranya sangat menyejukkan.

Selain itu, kota ini juga terkenal dengan tanaman bunga mawarnya yang melimpah, dan dapat ditemukan dimana-mana selama Anda menyusuri kota ini.

Tumbuh subur di kawasan Wadi Mahram hingga pegunungan Al-Shafa.

Baca juga: DPRD Pinrang Belajar Penyusunan Agenda Dewan ke DPRD Sulbar

Baca juga: Polisi Hadang Mobil Bus Rombongan Mahasiswa yang Hendak Berangkat Demo, Situasi Memanas

Jarak Kota Taif dengan Makkah yakni 90 kilometer.

Karena jumlahnya melimpah, mawar kota ini banyak dijadikan bahan baku parfum mewah internasional.

Setiap tahunnya, Taif menghasilkan jutaan kuntum mawar setiap tahunnya yang kemudian diolah menjadi minyak mawar atau attar serta air mawar.

Maka kota ini memiliki banyak pabrik penyulingan mawar dan parfum. 

Seperti pabrik parfum dan penyulingan mawar Rashid Al Qurashei  yang berada di kawasan Al-Hada, Taif.

Pabrik yang diperkirakan berusia sekitar 150 tahun ini telah dikenal luas sebagai produsen air mawar dan minyak mawar Taif berkualitas tinggi.

Sang pemilik, Abdullah menjelaskan, pabrik ini menggunakan metode penyulingan tradisional untuk mengekstrak esensi dari bunga mawar yang dipanen.

Dari pantauan Tribunnews.com yang tergabung dalam tim Media Center Haji (MCH) 2026, puluhan bejana untuk penyulingan tertata rapi di atas tungku.

"Setiap bejana, mampu menampung 30 ribu hingga 35 ribu bunga mawar," kata Abdullah atau yang karib disapa Dul, Rabu (10/6/2026).

Proses penyulingan, lanjut Dul, membutuhkan waktu antara enam hingga delapan jam tanpa henti. 

Selama proses berlangsung, alat penyulingan tidak boleh mati agar kualitas hasil akhirnya tetap terjaga.

"Setelah selesai, air mawar akan berada di bawah dan minyak mawar atau attar di atas," ujar Dul sembari menunjukkan alat penyulingan.

Hasil penyulingan mawar tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk.

Mulai dari parfum, sabun, lotion, krim perawatan kulit dan rambut, skincare, hingga air mawar yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Air mawarnya juga bisa diminum secara langsung atau dicampur. Khasiatnya ya, mungkin wangi saja," katanya sambil tertawa.

Mulai Modernisasi

Meski tetap mempertahankan teknik penyulingan tradisional yang menjadi ciri khas pabrik Al-Qurashi, pihaknya juga melakukan modernisasi dalam proses produksi.

Satu di antaranya dengan menghadirkan kilang penyulingan berkapasitas besar yang mampu menampung hingga 600 ribu kuntum mawar dalam satu kali proses.

Namun, menurut Dul, mesin berkapasitas besar tersebut hanya digunakan ketika hasil panen mawar sedang melimpah.

"Kalau bunga mawar banyak sekali, baru pakai yang besar ini. Kapasitasnya mampu menampung sampai 600 ribu mawar," ujar Dul.

Apabila jumlah bunga yang tersedia tidak mencapai kapasitas tersebut, pabrik lebih memilih menggunakan kilang tradisional.

Menurut Dul, aktivitas produksi mawar di pabrik tersebut hanya berlangsung selama musim panen, yakni pada bulan Ramadan hingga Syawal.

Di luar periode tersebut, proses penyulingan biasanya dihentikan karena ketersediaan bunga mawar yang terbatas. 

Meski demikian, pabrik tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan dan jemaah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah serta proses pengolahan mawar khas Taif.

Para pengunjung juga masih dapat berbelanja berbagai produk berbahan dasar mawar di toko yang tersedia. 

Selain itu, terdapat pula kafe yang menjadi tempat bersantai sambil menikmati suasana khas kawasan Al-Hada, Taif.

Menurut Dul, jumlah mawar yang diolah setiap tahun juga berbeda-beda tergantung musim panen.

"Terkadang 300 kilogram, terkadang sampai 900 kilogram, tergantung musimnya," ujarnya.

Dul menambahkan, seluruh produk yang dihasilkan menggunakan bahan dasar mawar Taif dan tidak mengandung alkohol.

Harganya air mawar dijual mulai dari 11 SAR atau sekira Rp 52 ribu per botol, lotion 16 SAR, dan parfum mulai 33 SAR.

Sementara minyak mawar murni atau pati mawar memiliki harga yang jauh lebih tinggi hingga 400 SAR karena proses produksinya yang lebih rumit dan jumlahnya terbatas.

Selain melayani pasar domestik Arab Saudi, produk-produk mawar Al-Qurashi juga diminati pembeli dari berbagai negara, termasuk Jerman hingga China.

Sementara itu, seorang jemaah yang berasal dari kloter 116 SUB, Maukiburrahman mengaku senang dapat mengunjungi pabrik Al Qurashei.

Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena selama ini Kota Taif lebih dikenal sebagai destinasi wisata religi yang berkaitan dengan sejarah perjuangan dakwah Rasulullah SAW. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.