SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penyidik Tim Jatanras Polrestabes Surabaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan tragis sesama satpam perumahan elit di Jalan Sukomanunggal Jaya, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Jumat (12/6/2026).
Reka adegan ini menghadirkan langsung tersangka berinisial OA (26), yang tega menghabisi nyawa temannya sendiri akibat perselisihan utang pinjaman online (pinjol).
Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Ipda Andrianto, membenarkan pelaksanaan rekonstruksi tersebut di tempat kejadian perkara (TKP).
"Iya mas," ujar Ipda Andrianto singkat saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Baca juga: BREAKING NEWS Satpam Perumahan di Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk, Polisi Buru Pelaku
Pantauan di lokasi menunjukkan tersangka OA diturunkan dari mobil penyidik dengan pengawalan ketat.
Menggunakan baju tahanan berwarna oranye dilapisi rompi merah serta tangan terborgol kabel ties, OA tampak memperagakan adegan saat dirinya menyeret jasad korban menuju pos jaga kosong yang kini dipasang garis polisi.
Proses rekonstruksi yang dimulai pukul 15.10 WIB ini, diawasi langsung oleh KBO Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Made Gede Sutanaya beserta sejumlah pejabat Polsek Sukomanunggal.
Tersangka memperagakan instruksi dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk merekonstruksi kembali seluruh aksinya secara mendetail.
Baca juga: Terungkap Motif Satpam Tusuk Rekan di Surabaya, Akun Pinjol Korban Dipinjam
Kasus pembunuhan berdarah ini terjadi pada Minggu (10/5/2026). Perseteruan bermula ketika tersangka OA meminjam akun Shopee PayLater milik korban untuk mengajukan pinjaman online (pinjol).
Konflik memuncak saat batas waktu pembayaran tiba, dan kedua belah pihak saling berdebat mengenai siapa yang harus bertanggung jawab melunasi tagihan tersebut.
Akibat ketersinggungan yang mendalam, tersangka OA merencanakan penganiayaan berat.
Pelaku menusuk bagian vital korban, yaitu leher dan dada, menggunakan pisau hingga korban kehilangan banyak darah dan meninggal dunia di lokasi.
"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada," jelas perwakilan kepolisian di Mapolrestabes Surabaya pada Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Sosok Satpam Perumahan di Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk Dikenal Baik
Adik kandung korban, Adi Deden Februadi (35), menceritakan bahwa sebelum insiden maut tersebut, sang kakak sempat mengeluh karena akun belanja online miliknya dipinjam oleh rekan kerjanya.
Korban bahkan sempat berkonsultasi mengenai cara menonaktifkan akun pinjolnya, karena nilai tunggakannya yang terus membengkak.
"Jadi korban mengeluh akun Shopee PayLater-nya dipinjam temannya itu. Ngomongnya ke istrinya beberapa bulan lalu," ungkap Adi saat ditemui di RS Bhayangkara.
Menurut Adi, korban merupakan sosok kepala keluarga yang pendiam, tidak pernah mencari masalah dengan orang lain, dan sangat menyayangi keluarganya.
Akibat peristiwa tragis ini, korban meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masih bersekolah.