TRIBUNJAKARTA.COM - Massa mahasiswa yang hendak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI tertahan di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Massa aksi tak dapat melintas lantaran terhalang oleh barikade aparat polisi dan TNI.
Pantauan TribunJakarta.com, massa mahasiswa terus berteriak meminta aparat gabungan membuka barikadenya.
Hingga pukul 15.35 WIB, massa mahasiswa masih terus berdatangan.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI terpantau macet.
Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena massa sudah tumpah ke jalan.
Sebelumnya, Polisi meminta mahasiswa untuk tidak menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, kawasan Bundaran HI bukanlah tempat yang dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi.
Pasalnya, ia menyebut lokasi itu merupakan salat satu pusat perekonomian.
"Terkait kawasan Bundaran HI, lokasi tersebut bukan merupakan tempat yang diperuntukkan untuk penyampaian aspirasi karena terdapat aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya," kata Budi, Jumat (12/6/2026).
Budi menjelaskan, Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar aksi demo dialihkan ke kawasan Patung Kuta atau di depan Gedung DPR RI.
"Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait agar titik penyampaian aspirasi dapat diarahkan ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI, sehingga aspirasi tetap dapat tersampaikan dengan baik," ujar Kabid Humas.
Sementara itu, personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disebar di sejumlah titik, antara lain Bundaran HI, Patung Kuda, Cikini, DPR/MPR RI, hingga kawasan Semanggi.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan di lapangan. Apabila diperlukan rekayasa lalu lintas, maka akan diterapkan secara situasional," tutur Budi.