Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan menegaskan bahwa media massa berperan penting dalam mencegah berbagai tindak kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Pada sela-sela kegiatan audiensi di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat, Henri menggarisbawahi pemberitaan mengenai kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi perlu disuarakan oleh media guna memberikan dampak edukasi serta efek jera bagi para pelaku.

"Kita sangat mengharapkan media berperan untuk menyampaikan, ini kan sebagai warning juga sebenarnya ketika diberitakan. Dan ini sekali lagi saya katakan, oke bad news-nya silakan diberitakan, tetapi bagaimana mencegah bad news itu, itu kan perlu juga kita sampaikan ke masyarakat," katanya.

Henri menilai keterbukaan informasi dari media massa akan menumbuhkan kesadaran bagi korban untuk segera melapor kepada pihak berwenang, mengingat dampak psikologis akibat perundungan maupun kekerasan seksual yang dipendam sendiri bisa berakibat sangat fatal.

Menurut dia, langkah pencegahan ini dinilai sangat krusial mengingat dampak psikologis tertekan akibat perundungan maupun kekerasan seksual yang dipendam sendiri oleh korban dapat berakibat sangat fatal bagi masa depan mereka.

"Jangan ditahan-tahan, kita sudah punya penelitian, efeknya itu sangat berat. Itu bisa sampai kepada katakanlah trauma begitu ya, bahkan sampai kepada bunuh diri," ujar Henri.

Merespons hal tersebut, Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan dukungan publikasi yang luas sebagai bentuk kepedulian media massa terhadap ekosistem pendidikan nasional.

Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kedua kanan) dalam audiensi di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Jumat (12/6/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

​Benny menegaskan bahwa sebagai kantor berita nasional, pihaknya siap mengerahkan para wartawan untuk mengawal isu-isu krusial di kampus demi memberikan pencerahan kepada publik secara berkelanjutan.

Ia juga menyatakan ANTARA siap mengawal seluruh kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Misalnya kayak tadi disepakati, bagaimana mereka ke daerah terdampak bencana di Sumatera, memberikan sebuah program trauma healing. Nah, kita bisa memberikan bagaimana kita bisa membantu publikasinya, menggambarkan sebuah program kepedulian sosial," ucap Benny Siga Butarbutar.