TRIBUNNEWSMAKER.COM - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melontarkan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung menjelang gelaran Piala Dunia 2026.
Muhammad Farhan menegaskan tidak akan mentoleransi pegawai yang sengaja bolos kerja hanya untuk menonton pertandingan sepak bola yang berlangsung pada jam dinas.
Menurutnya, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama meskipun masyarakat tengah disuguhi ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
Muhammad Farhan mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab profesional yang tidak boleh ditinggalkan demi kepentingan pribadi.
Pemerintah Kota Bandung juga disebut akan melakukan pengawasan ketat terhadap tingkat kehadiran pegawai selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Setiap pelanggaran disiplin akan ditindak sesuai aturan yang berlaku bagi aparatur negara.
Farhan menegaskan sanksi yang diberikan tidak sekadar teguran lisan, melainkan dapat berujung pada hukuman disiplin yang lebih berat sesuai tingkat pelanggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penurunan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh ASN tetap menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.
Dengan peringatan tegas ini, Pemkot Bandung ingin memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa terganggu euforia sepak bola dunia.
Baca juga: Geger! Skandal Scam Internasional di Solo Baru, OJK dan Instansi Terkait Awasi Ketat Keuangan Ilegal
Seperti diketahui, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, tidak akan memberikan toleransi bagi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Bandung yang meninggalkan atau mengabaikan pekerjaan untuk menonton pertandingan Piala Dunia 2026 pada pagi hari.
Seperti diketahui, pada Piala Dunia 2026 ini ada jadwal pertandingan yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB dan pukul 09.00 WIB atau bertepatan dengan jam kerja ASN, sehingga semua ASN diminta tetap mengutamakan pekerjaan.
"Tidak ada toleransi. Kerja-kerja," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa aktivitas menonton pertandingan Piala Dunia tidak boleh mengganggu pelayanan publik maupun pelaksanaan tugas pemerintahan. ASN diminta tetap fokus bekerja dan menjalankan tanggung jawabnya seperti biasa.
Sementara saat disinggung kemungkinan ada kegiatan nonton bareng (nobar) yang difasilitasi pemerintah, Farhan mengatakan opsi tersebut hanya mungkin dipertimbangkan untuk pertandingan yang berlangsung pada akhir pekan.
"Kalau untuk akhir pekan mungkin nanti saya coba ngobrol dengan TVRI. Mudah-mudahan TVRI bisa bikin acara nobar. Tapi kayaknya nontonnya di TVRI saja lah di Cibaduyut seru sih," kata Farhan.
Kendati demikian, untuk pertandingan yang berlangsung pada hari dan jam kerja, Farhan pun menegaskan tidak ada alasan bagi semua ASN untuk meninggalkan tugasnya agar pelayanan publik tidak sampai terganggu.
Selain soal kedisiplinan kerja, Farhan juga menyoroti potensi meningkatnya praktik judi bola di lingkungan ASN selama perhelatan Piala Dunia, sehingga pihaknya akan memberikan sanksi jika ada ASN yang terbukti terlibat judi bola.
"Itu mah kalau sampai ada ASN yang melakukan judi, kita akan langsung berikan sanksi berat. Pengawasan sangat diperketat, khususnya pada saat jam kerja," ucapnya.
Hanya saja untuk praktik judi di dikalangan masyarakat, dinilai akan sulit untuk dilakukan pengawasan ketat oleh aparat kepolisian maupun pemerintah karena saat ini kebanyakan judi bola yang dilakukan secara online.
"Ini kalau judi bola kan agak susahnya karena di ranah judi online ya. Kalau kita memang menyerahkan kepada yang berwenang untuk memastikan jangan sampai terjadi atau kita terjebak judi online," kata Farhan.
Menurutnya, judi itu kerap membuat pelaku kecanduan karena pada awalnya diberikan kemenangan yang memancing rasa penasaran untuk terus bermain, sehingga ia mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perjudian.
"Pokoknya saudara-saudaraku, judi itu membuat kita ketagihan. Awal dibikin menang, lama-lama kalah terus, tapi bikin kita penasaran. Jadi hindarilah judi, karena judi itu salah satu bentuk yang bisa membuat kita kecanduan," ujarnya.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)(TribunJabar)