TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Empat ASN di Kota Jambi yang membuat konten soal gaji ke-13 yang kemudian viral, akhirnya buka suara, Jumat (12/6/2026).
Video tersebut menuai beragam reaksi publik karena dianggap menampilkan gaya hidup berlebihan ASN saat menyinggung gaji ke-13.
N, salah seorang pembuat video, menegaskan konten tersebut murni dibuat sebagai hiburan.
Dia bilang mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang tengah viral di media sosial, khususnya TikTok.
Dalam video tersebut, tampil empat ASN yang terdiri dari tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan satu Pegawai Negeri Sipil (PNS).
N menjelaskan, video itu direkam pada Senin (8/6/2026) di dalam mobil saat mereka hendak membeli makan siang melalui layanan drive thru.
Saat perekaman, kata N, gaji ke-13 ASN belum cair sama sekali.
“Video itu dibuat karena mengikuti tren parodi gaji ke-13 yang sedang viral,” ujar N saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Dia menyebut, video tersebut kemudian diunggah ke akun media sosial pribadinya pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebagai kreator TikTok yang kerap mengusung konsep konten bercanda dan liburan, N mengaku tidak menyangka video tersebut akan memicu polemik luas.
Menurut N, judul asli video itu adalah “VOP Flashing yang Dimimpikan ASN”.
Isi video, lanjutnya, hanya menggambarkan angan-angan atau khayalan ASN jika menerima gaji ke-13, dengan kesadaran penuh bahwa nominal yang diterima tidak akan mampu memenuhi semua keinginan yang ditampilkan dalam konten tersebut.
“Namanya juga angan-angan,” ujarnya.
Dia menambahkan, bahkan caption video tersebut secara jelas menyebutkan frasa “wishlist si gaji imut”, yang menurutnya menegaskan bahwa konten itu bersifat sarkas dan tidak dimaksudkan untuk ditanggapi secara serius.
Namun, setelah video tersebut banyak diunggah ulang oleh akun-akun media sosial lain, konteks awal yang ingin disampaikan mulai bergeser.
N menyayangkan adanya sejumlah akun yang memposting ulang video tersebut dengan narasi berbeda, bahkan menghilangkan judul asli video yang menjadi penanda bahwa konten tersebut merupakan parodi.
Kondisi itu, menurutnya, membuat video yang awalnya sekadar hiburan berubah menjadi bahan perdebatan publik dan memunculkan beragam tafsir.
Tak hanya itu, N juga menyebut beberapa akun media sosial menggabungkan video parodi gaji ke-13 tersebut dengan video liburan yang pernah ia unggah sebelumnya.
Penggabungan konten itu dinilai memunculkan persepsi keliru seolah-olah video tersebut menggambarkan kondisi riil keuangan ASN.
N menegaskan, tidak ada maksud sedikit pun dalam konten tersebut untuk menyinggung institusi tertentu maupun memamerkan gaya hidup berlebihan.
“Tidak ada maksud untuk menyinggung siapa pun,” tegasnya.
Meski demikian, N tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila konten yang dibuatnya menimbulkan ketidaknyamanan atau disalahartikan.
“Kami minta maaf jika konten kami kurang berkenan,” ujarnya.
Sementara itu, video tersebut juga mendapat tanggapan dari ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Hanny, salah seorang ASN Pemprov Jambi, mengaku telah melihat video viral tersebut dan menilai konten itu tidak layak dipersoalkan secara berlebihan.
Menurutnya, materi yang disampaikan dalam video tersebut jelas bernuansa sarkas dan candaan, karena gaji ke-13 yang diterima ASN tidak mungkin mampu memenuhi seluruh keinginan seperti yang digambarkan dalam video.
“Gaji ke-13 tidak sebesar itu. Mereka jelas-jelas hanya sarkas,” ujarnya.
Dia bahkan mengaku heran jika ada pihak yang menanggapi konten tersebut secara serius.
“Itu konten candaan saja,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Zebra Cross Pudar, Nama Jalan Menghilang, Wajah Kota Jambi Disorot Warga
Baca juga: Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Nonsubsidi per Juni 2026
Baca juga: Haji Asal Merangin Meninggal di Makkah, Total 5 Haji Jambi Meninggal pada Haji 2026