TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Di tengah tingginya antusiasme pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan daya tampung SMA dan SMK Negeri masih mencukupi untuk menampung lulusan SMP sederajat yang akan melanjutkan pendidikan.
Kepastian itu disampaikan menyusul terus bertambahnya jumlah peserta yang telah mendaftar dalam sistem SPMB. Hingga Kamis (11/6/2026), sebanyak 73.679 akun telah aktif, sementara 55.652 calon murid sudah menentukan pilihan sekolah pada kesempatan pertama.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan kursi sekolah negeri. Menurutnya, secara keseluruhan daya tampung SMA dan SMK Negeri di Riau masih lebih besar dibandingkan jumlah calon peserta didik yang akan diterima.
Karena itu, ia mengimbau calon murid dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit.
"Secara kuota kita surplus. Tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bangku sekolah. Insyaallah semua calon murid dapat tertampung, asalkan tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah tertentu," kata Erisman, Jumat (12/6/2026).
Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan, Dinas Pendidikan Riau telah membuka akses informasi daya tampung seluruh SMA dan SMK Negeri melalui portal resmi SPMB.
Melalui sistem tersebut, calon murid dapat melihat jumlah kuota yang masih tersedia di masing-masing sekolah sebelum menentukan pilihan.
Menurut Erisman, keterbukaan informasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan proses penerimaan murid baru yang transparan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.
Baca juga: Hari Keempat SPMB SMA/SMK Negeri di Riau, Pendaftar Sudah Tembus 40 Ribu Siswa
Sementara itu, Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, menyebutkan pelaksanaan SPMB hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Gangguan yang muncul hanya bersifat umum, seperti masalah koneksi internet atau berkas yang tidak terbaca sistem.
Data SPMB menunjukkan sebanyak 4.447 calon murid telah melanjutkan pemilihan sekolah pada kesempatan kedua. Selain itu, 122 peserta tercatat sudah masuk ke tahap pemilihan ketiga karena belum diterima pada pilihan sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan persaingan masih terkonsentrasi pada sekolah-sekolah tertentu. Karena itu, calon murid disarankan memanfaatkan informasi daya tampung yang tersedia agar peluang diterima di sekolah tujuan lebih besar.
"Semua informasi terkait daya tampung, jalur penerimaan, hingga domisili sudah tersedia di website. Masyarakat bisa mempertimbangkannya sebelum menentukan pilihan sekolah," ujar Erisman.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)