Polres Tulungagung Lumpuhkan 2 Pencuri Spesialis Toko Lintas Provinsi, Sempat Beraksi di Ngantru
Rendy Nicko June 12, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung menangkap 2 terduga pelaku spesialis pembobol toko, Kamis (11/6/2026) malam.

Keduanya adalah LJ (38) alias Kaji Bilah asal Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, dan SB (36) asal Kabupaten Batang yang sekarang tinggal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Penangkapan ini bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota, Polres Pekalongan, dan Polres Batang.

Sebelumnya dua sekawan ini membobol sebuah toko bangunan di Kecamatan Ngantru, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Kasus ISPA di Kabupaten Kediri Tembus 11.461 dalam Sebulan, Dinkes Minta Warga Perkuat Imunitas

“Saat itu korban melapor ke Polsek Ngantru. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Andi Wiranata Tamba.

Hasil penyelidikan mengarah pada komplotan yang berasal dari Jawa Tengah.

Identifikasi berhasil dilakukan lalu Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung melakukan pengejaran ke Jawa Tengah.

Karena kedua pelaku ada di 2 lokasi berbeda, personel dari Polres Tulungagung ini berkoordinasi dengan 3 Polres lain di Polda Jawa Tengah.

“Penangkapan pertama di lakukan di Pekalongan terhadap LJ. Dia kami interogasi,” sambung Andi.

Saat diinterogasi polisi, LJ mengakui melakukan aksinya bersama SB dari Kabupaten Batang.

Petugas gabungan kemudian bergerak ke lokasi yang ditunjukkan LJ dan berhasil menangkap SB.

Dalam upaya penangkapan ini keduanya berupaya melawan karena ingin kabur, sehingga dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.

“Dari Jawa Tengah, keduanya kami bawa ke Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan. Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Andi.

Dalam modusnya, kedua tersangka ini beraksi dengan membawa kendaraan ukuran besar, seperti Toyota Hiace, Toyota Fortuner, atau Innova.

Mereka mencari sasaran secara acak, terutama toko yang dalam kondisi kosong atau tanpa penjaga.

Karena acak, sasarannya ada yang toko kecantikan, toko sembako, sampai toko bangunan.

Cara beraksinya pun masih manual, merusak pintu dengan cara mencungkil pakai linggis lalu mengambil barang apa saja.

Mereka memanfaatkan kendaraan ukuran besar yang mereka bawa untuk mengambil banyak barang dari toko sasaran.

Baca juga: DLHKP Kota Kediri Cek 88 Armada, Prioritaskan Kualitas Layanan Kebersihan Kota

Untuk toko bangunan yang ada di Kecamatan Ngantru, kerugian sekitar Rp 50 juta.

“Ini komplotan yang beraksi lintas provinsi, yaitu di Jawa tengah dan Jawa Timur,” tegas Andi.

LJ dan SB sementara mengakui telah mencuri di 5 lokasi berbeda, salah satunya di Kabupaten Tulungagung.

Namun Andi masih mendalami pengakuan mereka, karena dimungkinkan masih ada TKP lain yang belum diakui.

(David Yohanes/TribunaMataraman.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.