TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi kabupaten di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Pinrang mencatat pertumbuhan ekonomi positif yang mencapai angka sebesar 7,16 persen.
Angka pertumbuhan ekonomi Pinrang tersebut dihitung secara tahunan pada triwulan pertama 2026.
Ketua Tim Neraca dan Analisis Statistik BPS Pinrang, Sunarti memberikan penjelasan resmi terkait pencapaian ekonomi tersebut.
"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pinrang secara Year on Year tumbuh di angka 7,16 persen," ujarnya kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di Kantornya Jumat (12/6/2026).
Sunarti menegaskan, angka pertumbuhan ekonomi tersebut saat ini masih berstatus sangat sementara.
"Masih ada koreksi atau perubahan angka ketika kami menghitung triwulan berikutnya," kata Sunarti.
Meskipun tumbuh positif secara tahunan, ekonomi Pinrang mengalami kontraksi secara triwulan ke triwulan.
Kontraksi ekonomi Pinrang secara Quarter to Quarter (q-to-q) tercatat berada pada angka minus -12,59 persen.
Sektor administrasi pemerintahan di Kabupaten Pinrang menunjukkan kenaikan pertumbuhan yang sangat signifikan.
"Kategori administrasi pemerintahan tumbuh signifikan di angka 14,27 persen," tambah Sunarti.
Sementara itu, sektor pertanian di daerah Pinrang juga tetap tumbuh positif 5,7 persen.
Sektor pengadaan listrik dan gas justru mengalami kontraksi hingga minus 6,23 persen.
Penurunan sektor listrik disebabkan oleh berkurangnya volume penyaluran berdasarkan data resmi PLN.
Secara umum, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan tercatat berada pada angka 6,88 persen.
Kabupaten Sinjai memimpin pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel dengan capaian 11,14 persen.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Kepulauan Selayar yang mencatat pertumbuhan sebesar 9,83 persen.
Kabupaten Bantaeng berada di posisi bawah dengan pertumbuhan hanya sebesar 2,26 persen.
Sementara Kabupaten Luwu Timur menjadi satu-satunya daerah yang mengalami minus 2,31 persen.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta warga mengisi data sensus dengan jujur.
"Bagaimana mengisi data sejujur mungkin dan apa adanya," tegas Gubernur Andi Sudirman.
Pemerintah berharap data yang akurat dapat mencerminkan realitas ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.