Warga Pakis Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya: Verifikasi Bansos Lebih Cepat
Cak Sur June 12, 2026 07:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) resmi menggelar uji coba program Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara digita, Jumat (12/6/2026).

Berlokasi di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), program inovatif ini dirancang untuk mempercepat proses verifikasi penerima bantuan sosial (bansos) secara transparan berbasis data kependudukan terkini.

Melalui sistem baru tersebut, warga Surabaya kini dapat mengetahui jenis bantuan yang mereka terima secara langsung.

Selain memangkas birokrasi penyaluran bantuan pemerintah, masyarakat juga dapat melakukan pemutakhiran data kependudukan di lokasi uji coba.

Kecepatan Verifikasi dan Catatan Pendampingan Lansia

Sistem baru ini langsung mendapatkan respon positif dari warga setempat.

Arinda, salah satu penerima manfaat asal Pakis, mengungkapkan kepuasannya terhadap efisiensi digitalisasi ini.

Ia yang selama ini terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako,  merasa sangat terbantu untuk membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya.

"Prosesnya cepat. Tadi juga dibantu petugas saat verifikasi. Alhamdulillah bantuan dari pemerintah saya gunakan untuk kebutuhan sekolah anak. Yang satu baru lulus, yang kedua naik kelas 2 SMK," ujar Arinda saat ditemui SURYA.co.id di lokasi uji coba.

Meskipun mengapresiasi kecepatan verifikasi, Arinda memberikan catatan penting terkait aksesibilitas teknologi.

Ia berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi warga lanjut usia (lansia) yang tidak familier dengan penggunaan ponsel pintar.

"Lebih cepat, tapi kasihan yang lansia. Tadi ada yang bingung karena HP (handphone)-nya tidak bisa atau ada kendala email. Untung dibantu petugas," tambah Arinda memberikan masukan konstruktif.

Transparansi Berbasis NIK Cegah Manipulasi Data Bansos

Manfaat nyata berupa transparansi juga dirasakan langsung oleh Maria, seorang pengemudi ojek online di Surabaya.

Penerima bansos PKH dan sembako ini, menilai sistem digitalisasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sangat efektif dalam meminimalkan celah manipulasi data di lapangan.

"Tadi kami memasukkan NIK untuk mengetahui bantuan apa saja yang diterima. Menurut saya jauh lebih bagus karena masyarakat bisa mengecek sendiri. Sekarang bisa diketahui langsung dari data NIK, jadi lebih jelas layak atau tidaknya menerima bantuan," ungkap Maria.

Maria berencana untuk memaksimalkan bantuan sosial yang diterimanya, guna membiayai kebutuhan pendidikan kedua anaknya, serta berbelanja bahan pokok untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Fitur Sanggah Mandiri Atasi Masalah Ketidaksesuaian Data

Dalam pelaksanaan uji coba di lapangan, petugas Dinsos masih menemukan sejumlah kendala administrasi pada beberapa data warga. Beberapa ketidaksesuaian data yang dijumpai meliputi:

  • Perbedaan alamat domisili nyata dengan alamat yang tertera pada KTP.
  • Ketidaksesuaian jenis pekerjaan anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).
  • Ketidakcocokan status kepemilikan kendaraan bermotor.

Guna mengatasi masalah tersebut, warga Surabaya yang datanya belum sesuai diimbau untuk tidak khawatir kehilangan haknya.

Pemkot Surabaya telah menyediakan fitur sanggah atau self declare di dalam sistem Perlinsos digital.

Fitur ini memungkinkan masyarakat mengajukan pembaruan data secara mandiri, dengan melampirkan dokumen pendukung resmi yang sah.

Dokumen yang diunggah, nantinya akan diverifikasi ulang oleh instansi terkait guna menjamin penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, tepat sasaran dan berkeadilan bagi warga Surabaya yang membutuhkan.

Kesimpulannya, Program Perlinsos Digital di Surabaya berhasil mempercepat birokrasi bantuan sosial dengan transparansi data kependudukan, sekaligus menyediakan fitur sanggah mandiri demi keadilan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang berhak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.